NasDem Santai Ada Koalisi Indonesia Bersatu, Fokus Godok Nama Capres

Eva Safitri - detikNews
Sabtu, 14 Mei 2022 07:43 WIB
Johnny G Plate, Menkominfo
Johnny G Plate (Sui Suadnyana/detikcom)
Jakarta -

Partai Golkar, PAN, PPP membentuk Koalisi Indonesia Bersatu. Partai NasDem tetap akan menunggu apa yang dihasilkan dari rapat kerja nasional (rakernas).

"NasDem akan melaksanakan Rakernas pada 15-17 Juni 2022 dengan agenda utama menghasilkan dan menyampaikan rekomendasi usulan beberapa capres 2024 (bisa tiga atau empat) kepada Ketum NasDem untuk memilih dan menetapkan seorang capres dan membentuk koalisi capres bersama parpol koalisi sesuai syarat minimal presidential threshold 20 persen. Koalisi dan potensi koalisi yang sedang dibicarakan saat ini, menurut kami, baik adanya demi demokrasi yang sehat," kata Sekjen NasDem Johnny G Plate kepada wartawan, Jumat (13/5/2022).

Johnny mengatakan syarat utama koalisi adalah capres yang definitif. Dia menilai koalisi masih akan bersifat cair dan dinamis selama capres definitif belum ditentukan.

"Namun tentunya prasyarat utama koalisi adalah adanya capres yang definitif, bila saja belum menghasilkan capres definitif maka tentu masih sangat cair dan dinamis. Masih cukup banyak waktu membentuk koalisi dan sesuai pengalaman empiris koalisi masih terbuka sampai saat saat terakhir penyampaian paslon kepada KPU yang biasanya didahului dengan deklarasi capres nantinya," ucapnya.

Kembali ke rakernas, NasDem saat ini terus melakukan penjaringan aspirasi dari tingkat desa hingga provinsi. DPW kemudian akan membawa aspirasi itu dalam rakernas mendatang.

"Proses politik bottom up penjaringan dari tingkat pengurus ranting ditingkat desa/kelurahan, dewan pimpinan kecamatan di tingkat kecamatan, dewan pimpinan daerah di tingkat kabupaten/kota sampai pada dewan pengurus wilayah di tingkat provinsi. DPW-lah yang akan menyuarakannya pada saat Rakernas 15-17 Juni mendatang," ucap Johnny.

Pertimbangan NasDem Jaring Tokoh untuk Capres

Johnny mengatakan ada berbagai pertimbangan dalam capres yang bakal diusulkan NasDem. Hasil survei menjadi salah satunya.

"Dalam memilih capres yang akan diusulkan, ada berbagai pertimbangan sesuai kondisi strategis daerah masing-masing, termasuk hasil survei akan menjadi salah satu dan bukan satu-satunya pertimbangan bagi para pengurus dari setiap daerah secara berjenjang," ucapnya.

Johnny enggan berspekulasi terkait nama-nama yang akan diusung partainya. Johnny menekankan nama itu akan diputuskan pada rakernas.

Lebih lanjut, dia menegaskan, NasDem tidak akan terpengaruh dengan setting politik yang ada. Pihaknya akan melakukan penjaringan tokoh dengan demokratis.

"Tidak perlu berspekulasi pada saat ini, tunggu saat Rakernas NasDem nanti. NasDem tidak akan terpengaruh dengan setting politik kelompok atau pribadi tertentu, dan tidak akan juga terpengaruh oleh setting berita, baik mainstream maupun medsos," ujarnya.

"NasDem akan melakukan penjaringan secara demokratis dan dengan pertimbangan rasional untuk menghasilkan the next Indonesia's leader, untuk menghasilkan presiden terpilih bukan hanya supaya bisa mengusung capres 2024. Kami akan bekerja keras demi menghasilkan presiden yang akan memimpin pemerintahan Indonesia 5 tahun setelah Kabinet Indonesia Maju," lanjut Johnny.

Johnny yakin nama capres yang diusung NasDem nanti akan mendapat respons positif untuk membentuk koalisi pilpres 2024.

"NasDem akan menampilkan nama-nama capres hasil rekomendasi rakernas dan keputusan Ketua Umum mengkristal pada satu nama capres yang kami yakini bahwa capres yang kami usung akan mendapat respons yang positif saat membentuk koalisi capres 2024," tuturnya.

Simak video 'Akankah Koalisi Golkar-PPP-PAN Langgeng Sampai 2024?:

[Gambas:Video 20detik]



Simak terkait Koalisi Indonesia Bersatu, di halaman berikut