Koalisi Parpol Mulai Ngegas Bikin Pemilu 2024 Kian Panas

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 14 Mei 2022 06:47 WIB
Pertemuan Ketum Golkar, Ketum PAN dan Ketum PPP (dok. istimewa).
Foto: Pertemuan Ketum Golkar, Ketum PAN dan Ketum PPP (dok. istimewa).

Kritik Muncul

Pembentukan koalisi ini mendapatkan kritik karena Presiden Joko Wiodo (Jokowi) sudah mengingatkan para menteri fokus bekerja.

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS Mardani Ali Sera sepakat pembentukan koalisi baik bagi demokrasi dan peta menjelang 2024 sehingga ada aksi nyata daripada berwacana. Meski demikian, Mardani menyoroti posisi dua ketum yang membentuk koalisi itu. Dia mengingatkan saat ini keduanya masih menjabat menteri Kabinet Indonesia Maju.

"Tapi dilakukan oleh para menteri yang sudah diperingatkan untuk fokus itu masalah. Bagus para menteri beri penjelasan pada publik," ujar Mardani.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah mengkritik pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu. Fahri menyebut 'koalisi ujug-ujug' harus dihentikan.

"'Koalisi ujug-ujug' harus dihentikan di republik ini!" kata Fahri kepada wartawan, Jumat (13/5/2022).

Fahri menilai koalisi tidaklah dikenal dalam sistem presidensialisme. Dia menyebutkan, dalam peraturan, hanya disebutkan soal pengusung partai politik dan gabungan partai politik.

"Tidak sehat bagi presidensialisme kita membiarkan 'koalisi ujug-ujug' tidak ada ujung, tidak ada pangkal, bagaimana dia dimulai, begitu pula dia berakhir," imbuhnya.


(gbr/isa)