Koalisi Parpol Mulai Ngegas Bikin Pemilu 2024 Kian Panas

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 14 Mei 2022 06:47 WIB
Pertemuan Ketum Golkar, Ketum PAN dan Ketum PPP (dok. istimewa).
Foto: Pertemuan Ketum Golkar, Ketum PAN dan Ketum PPP (dok. istimewa).
Jakarta -

Tensi politik Tanah Air memanas jelang Pemilu 2024. Koalisi baru yang dibentuk tiga partai politik pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) jadi pemicunya.

Ketiga partai yang dimaksud adalah Golkar, PAN dan PPP. Ketiganya, diwakili masing-masing ketua umum yakni Airlangga Hartarto (Golkar), Zulkifli Hasan (PAN) dan Suharso Monoarfa (PPP), melakukan pertemuan pada Kamis (12/5/2022). Ujung dari pertemuan tersebut yakni pengumuman kesepakatan membentuk koalisi menjelang Pemilu 2024.

"Pertemuan ini tentu akan mendorong bahwa 3 partai ini akan bekerja sama bersama atau akan bersatu," kata Airlangga Hartarto kepada wartawan seusai pertemuan.

Merujuk hasil Pemilu 2019, Partai Golkar memperoleh 12,15 persen suara, PAN 6,74 persen, sedangkan PPP 4,51 persen. Total perolehan suara koalisi ini 23,4 persen, melampaui presidential threshold 20 persen alias bisa mencalonkan presiden sendiri.

Pada Jumat (13/5), Ketua DPP Partai Golkar mengumumkan nama koalisi ketiga partai tersebut. Namanya adalah Koalisi Indonesia Bersatu.

"Ketiga partai politik telah memiliki pengalaman dalam pemerintah dan dalam dinamika politik bangsa. Dengan visi partai yang dimilikinya dan berbagai pengalaman politik, kesemuanya bersepakat untuk menyatukan diri membangun koalisi yang disebut Koalisi Indonesia Bersatu," ujar Ace.

Ace yang merupakan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI itu menilai dua pilpres terakhir pada pemilu sebelumnya menyisakan adanya pembelahan sosial dari masing-masing pendukung. Hal itu, katanya, tidak boleh dialami lagi saat Pemilu 2024 nanti.

"Dua pilpres terakhir menyisakan trauma yang mendalam. Pembelahan sosial, polarisasi yang tidak kunjung sembuh meskipun pemilu sudah usai. Semaraknya politik identitas mewarnai lanskap politik kita," ujar Ace.

"Tiga partai yang berkumpul sepakat bahwa dalam Pemilu 2024 nanti kita tidak boleh mengalami atau terjebak pada hal yang sama. Kami ingin pemilu menjadi ajang kontestasi ide, gagasan, track record, dan prestasi," imbuhnya.

Reaksi Parpol

Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menekankan PKB masih menimbang-nimbang untuk bergabung Koalisi Indonesia Bersatu. Sosok figur yang masih belum jelas jadi pertimbangannya.

"Kita timbang-timbang dengan matang. Sebab, belum kelihatan figur dan agenda kerjanya," kata Jazilul saat dihubungi, Jumat (13/5/2022).

Meski demikian, Jazilul mengapresiasi adanya koalisi yang mulai terbentuk untuk Pemilu 2024. Menurutnya, ini menjadi tanda Pilpres 2024 akan diikuti oleh tiga paslon.

Sementara itu, Senior PDIP Hendrawan Supratikno punya penilaian tersendiri soal Koalisi Indonesia Bersatu.

Hendrawan juga menerka Koalisi Indonesia Bersatu bentukan Golkar, PAN, dan PPP, ingin punya peran pada 2024. Peran yang dimaksud Hendrawan adalah koalisi Golkar, PAN, PPP, bisa menentukan hasil akhir pada 2024.

"Dengan berkoalisi, ada isyarat tiga partai tersebut ingin masuk bursa pilpres dan berharap jadi 'game changer' perhelatan politik 2024," imbuhnya.

Simak Video 'Akankah Koalisi Golkar-PPP-PAN Langgeng Sampai 2024?':

[Gambas:Video 20detik]



Halaman selanjutnya, kritik bermunculan soal Koalisi Indonesia Bersatu.