Depsos: Ada Duplikasi, Stop Rilis Data Korban Gempa

Depsos: Ada Duplikasi, Stop Rilis Data Korban Gempa

- detikNews
Jumat, 02 Jun 2006 08:35 WIB
Jakarta - Adanya duplikasi dalam laporan dan pencatatan menyebabkan data jumlah korban meninggal dan luka-luka akibat gempa simpang siur. Pemerintah akhirnya menghentikan pencatatan korban dan melakukan verifikasi data untuk mendapatkan kepastian."Kita hentikan dulu dan kita verifikasi dulu untuk kita akuratkan dengan menghitung jumlah korban di setiap desanya," ujar Kahumas Departemen Sosial Heri Kris Sritanto, saat dihubungi detikcom, Jumat (2/6/2006). Kris menjelaskan, terjadi perbedaan jumlah korban antara data yang dikeluarkan Departemen Sosial dengan data yang dikeluarkan oleh Satkorlak di tingkat Kabupaten. Misalkan saja data yang diluncurkan Departemen Sosial menyatakan jumlah korban meninggal di Klaten sebanyak 1.668 orang. Sementara Satkorlak malah menyebutkan angka 992 orang. Jumlah data ini sangat berbeda jauh."Ada duplikasi. Misalnya ada masyarakat yang telah melaporkan ke posko tentang jumlah korban yang meninggal di suatu tempat. Setelah itu, kamar jenazah juga melaporkan korban yang sama kepada kami dan kami catat," terangnya.Ke depannya, Kris menyatakan akan ada koordinasi oleh Bakornas sebagai satu-satunya sumber yang memiliki kewenangan untuk merilis jumlah korban. "Data jumlah korban ini nantinya akan dikaitkan dengan pengaturan santunan yang akan diberikan kepada para korban," ujarnya. (wiq/)


Berita Terkait