Sutinah Dapat Firasat Dari Almarhum Suaminya

Cerita Gempa

Sutinah Dapat Firasat Dari Almarhum Suaminya

- detikNews
Jumat, 02 Jun 2006 06:48 WIB
Jakarta - Dapatkah mimpi dijadikan pertanda bahwa sesuatu akan terjadi dalam hidup kita? Setidaknya beberapa orang warga mengaku mendapatkan firasat melalui mimpi sebelum gempa dahsyat mengguncang Yogyakarta. Mimpi yang mereka alami pun bermacam-macam dan unik. Mbok Sutinah misalnya. Janda berumur 60 tahun ini mengaku bersetubuh dengan suaminya pada hari Selasa Kliwon (23/5/2006). Dalam mimpinya, suami yang telah meninggalkannya lebih dari sepuluh tahun ini turun dari langit dan menyetubuhinya. Setelah itu, sang suami menyodorinya air untuk membasuh wajahnya. "Habis itu suami saya pergi ke angkasa, dan saya bangun. Saya kira suami saya jadi hantu," tutur Mbok Sutinah.Sementara Mbah Kamjo (70), warga Dusun Cangapan, Jetis, Bantul, mengaku didatangi cucunya yang telah meninggal 4 bulan lalu. Antara sadar dan tidak, Mbah Kamjo merasa dibangunkan oleh cucunya yang meninggal dunia karena tertabrak mobil.Mimpi tersebut dialaminya pada Kamis malam (25/5/2006). "Mbah, bangun, sudah subuh, bangun mbah, hati-hati," ujar sang cucu membangunkan. Hingga kini suara cucunya tersebut masih sering mengingatkan dirinya untuk selalu waspada.Suharwati (30), mengaku bermimpi tentang ibunya yang tinggal di Kota Gede, Yogyakarta, hendak datang menjenguknya. Namun dalam mimpi tersebut, Suharwati melarang ibunya datang menemuinya. Mimpi tersebut dialaminya tepat pada malam sebelum gempa terjadi. "Jangan ke rumahku Bu, di rumahku mau ada hajatan.," kata Suharwati menceritakan mimpinya.Sedangkan suami Suharwati, Jamzari (40), bermimpi tetangga di sebelah rumahnya remuk tulang kakinya. Ternyata memang benar. Pada saat gempa terjadi, tetangga yang ada dalam mimpi tadi meninggal dunia beserta istri dan keponakannya. Setelah peristiwa gempa, banyak warga di Dusun Bobok, Jetis, Bantul yang mendengar adanya jeritan minta tolong di pekuburan tempat para korban gempa dikuburkan secara masal. Di dusun yang 17 belas warganya meninggal ini, warga masih dihantui oleh suara-suara tersebut. 17 Orang tersebut saat ini telah dikuburkan secara masal di dua tempat yang berbeda. "Itu dikuburan itu kalau malam sering kedengaran suara orang minta tolong," ujar Suhono, Kepala Dusun Bobok. (wiq/)


Berita Terkait