Kemlu Ungkap Kondisi Terkini WNI di Sri Lanka yang Sedang Dilanda Krisis

Annisa Rizky Fadhila - detikNews
Kamis, 12 Mei 2022 15:30 WIB
Konferensi pers Kementerian Luar Negeri
Konferensi pers Kementerian Luar Negeri (Annisa/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengungkapkan kondisi terkini WNI yang menetap di Sri Lanka. Mereka dinyatakan aman meski situasi di sana tengah kaos karena kerusuhan akibat krisis ekonomi.

"Tercatat ada 273 WNI yang tinggal berada di Sri Lanka. Tidak ada WNI yang terdampak langsung di situasi Sri Lanka," ujar Direktur Perlindungan WNI sekaligus Badan Hukum Indonesia Kemlu RI Judha Nugraha kepada wartawan dalam press briefing di kantor Kemlu, Kamis (12/5/2022).

Dia merinci, dari total 273 orang, 190 orang merupakan pemegang izin tinggal tetap. Sementara sisanya pemegang visa kunjungan bisnis.

Kemlu, kata Judha, terus berkoordinasi dengan Kedubes setempat untuk memantau situasi terkini. KBRI setempat juga terus menjalin komunikasi dengan WNI yang masih menetap di Sri Lanka.

"Kami selalu berkoordinasi dengan KBRI untuk memantau kondisi terakhir di sana. Kami dan KBRI pun terus menjalin komunikasi dengan WNI di Sri Lanka," tuturnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Sri Lanka berada dalam cengkeraman krisis ekonomi terburuk sejak merdeka dari Inggris pada tahun 1948. Pemadaman listrik yang terus-menerus, kurangnya pasokan bahan bakar, hingga komoditas lainnya menyebabkan kesengsaraan yang meluas. Aksi protes besar meluas, mendesak pengunduran diri pemerintah yang sedang bersiap untuk merundingkan dana talangan dari Dana Moneter Internasional (IMF).

Para demonstran menyerukan mundurnya Presiden Gotabaya Rajapaksa karena terjadinya krisis ekonomi terparah negara itu. Abangnya, Perdana Menteri Mahinda Rajapaksa, mundur pada Senin (10/05) di tengah bentrokan tentara dan para pengunjuk rasa.

Namun mundurnya Mahinda Rajapaksa gagal meredam protes yang berlangsung sampai Senin malam.

(azl/dek)