Dedi Mulyadi Sarankan Pemerintah Beli-Musnahkan Sapi Terkena Wabah PMK

Ahlu Dzikri - detikNews
Kamis, 12 Mei 2022 14:31 WIB
Dedi Mulyadi
Foto: Istimewa
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengusulkan untuk melakukan pencegahan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi. Ia meminta Kementerian Pertanian membeli sapi yang terkena penyakit PMK kemudian dimusnahkan.

"Saat ini ternak sapi yang terkena PMK belum banyak. Yaitu di Aceh dan Jatim. Langkah cepat mengatasi masalah ini, pemerintah beli saja sapi itu dari peternak dan musnahkan," kata Dedi Mulyadi dalam keterangan tertulis, Kamis (12/5/2022).

Dedi beralasan vaksin dalam negeri untuk menangani PMK masih dalam proses, sedangkan sapi yang terkena PMK sudah banyak. Selain itu, diragukan tingkat kedisiplinan dari peternak untuk tidak menjual sapi yang kena PMK ke luar daerah.

"Siapa bisa menjamin dan mengawasi sapi dari Jatim yang kena PMK tak dijual ke Jabar atau lainnya. Padahal penyakit PMK ini sangat cepat penyebarannya," katanya.

Alasan untuk pemusnahan, lanjut Dedi, yaitu untuk menenangkan keresahan publik. Saat ini, masyarakat sudah siap-siap untuk membeli sapi qurban.

Munculnya kasus itu menurut Dedi menyebabkan masyarakat ragu dan cemas soal kesehatan hewan kurban termasuk untuk mengkonsumsi daging sapi. Karena takut daging yang dijual di pasar terkontaminasi penyakit itu. Oleh sebab itu Dedi mengusulkan langkah cepatnya agar sapi yang kena PMK segera dibeli dan dimusnahkan.

"Usulan Pak Jokowi agar sapi di daerah kena dilockdown menjadi satu alternatif. Tapi. saya tak yakin, sapi-sapi itu tidak dijual ke daerah lain secara diam-diam, karena pengawasan kita lemah," kata politisi dari Golkar ini.

Dia yakin dengan dimusnahkannya sapi yang terkena PMK akan meredam keresahan publik. Selain itu, pencegahan impor ternak dari negara yang masih ada PMK harus ketat dan sementara tidak dilakukan.

Sebagaimana diketahui PMK adalah penyakit yang cepat penularannya dan serius, PMK menjangkiti hewan dengan kuku terbelah seperti sapi, kerbau, unta, domba, hingga kambing.

Kementan telah menetapkan enam wilayah yang dilanda PMK pada hewan ternak. Wilayah tersebut tersebar di Provinsi Aceh dan Jawa Timur.

Pada Provinsi Aceh, PMK dideteksi di wilayah Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Sementara di Provinsi Jawa Timur penyakit ini dideteksi di wilayah Gresik, Sidoarjo, Lamongan, dan Mojokerto.

Simak Video 'Fakta-fakta Penyakit Mulut dan Kuku Pada Hewan':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)