Krisis Listrik, PLN Riau Upayakan Hujan Buatan
Kamis, 01 Jun 2006 21:11 WIB
Pekanbaru - Hujan buatan di Riau biasanya dilakukan jika musim kebakaran hutan dan lahan. Tapi kali ini, upaya hujan buatan akan dilakukan pihak PLN Cabang Riau. Lho?Upaya hujan buatan sebagai imbas dari masuknya musim kamarau di Riau. Jarangnya turun hujan mempengaruhi daya listrik, sehingga debit air di PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar, Riau mulai surut. Turunnya permukaan air PLTA membuat daya listrik menurun hingga terjadi pemadaman bergilir ke seluruh pelanggannya."Untuk menambah debit air tersebut, kita tengah mengupayakan hujan buatan di pertengahan Juni ini," kata General Manajer PT PLN Wilayah Riau, Achmad Taufik Haji kepada detikcom, di ruang kerjanya Jalan Setiabudi, Pekanbaru, Kamis (1/6/2006).Taufik Haji menjelaskan, duga muka air (DMA) di PLTA Koto Panjang saat ini mencapai 78,4 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kondisi air yang terus menurun, sudah pada tahap yang mengkhawatirkan. Turbin pembangkit tidak bisa lagi menghasilkan daya listrik bila permukaan air 76,4 mdpl."Untuk wilayah Riau daratan kita membutuhkan daya listrik 220 MW. Akan tetapi, dua pembangkit utama pemasok listrik di Riau yakni PLTA Koto Panjang dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ombilin di Sumatra Barat tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan tersebut," ujarnya.Kondisi debit air PLTA Koto Panjang yang terus menurun, lanjut Taufik, membuat pihak PLN sejak akhir Mei hingga Agustus mendatang, terpaksa memadamkan sebagian pelanggan secara bergilir. Pemadaman dilakukan pada pukul 19.00 sampai pukul 22.00 WIB."Ini terpaksa kita lakukan, karena daya listrik dari PLTA Koto Panjang terus menurun. Agar tidak sampai pada titik yang mengkhawatirkan dimana turbin tidak bisa berfungsi, kita akan mengupayakan hutan buatan itu," tandasnya.Dia menyebut, dengan turunnya permukaan air ini, pembangkit listrik PLTA Koto Panjang hanya mampu menghasilkan daya listrik sebesar 60 Mega Watt (MW) dari kapasitas maksimalnya sebesar 114 MW.
(wiq/)










































