ADVERTISEMENT

Konsultan Penyuap Eks Pejabat Ditjen Pajak Segera Disidang

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 12 Mei 2022 11:06 WIB
Gedung baru KPK
Kantor KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Dua konsultan pajak, Ryan Ahmad Ronas (RAR) dan Aulia Imran Maghribi (AIM), akan segera disidang dalam kasus dugaan suap perpajakan tahun 2016-2017. Penyuap mantan pejabat Ditjen Pajak Angin Prayitno Aji itu akan diadili di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

"Jaksa KPK Nur Haris Arhadi (11/5) telah melimpahkan berkas perkara beserta surat dakwaan terdakwa Ryan Ahmad Ronas dkk ke Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (12/5/2022).

Ali menerangkan Pengadilan Tipikor nantinya akan menunjuk majelis hakim untuk menetapkan hari sidang. Tersangka Ryan kini ditahan di Rutan Polres Jakarta Barat, sedangkan Aulia di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan.

"Pengadilan Tipikor selanjutnya akan menerbitkan penetapan penunjukan majelis hakim dan penetapan hari sidang untuk menjadi dasar awal dimulainya persidangan oleh tim jaksa," ujarnya.

"Untuk saat ini penahanan para terdakwa menjadi wewenang Pengadilan Tipikor dan tempat penahanan masih dititipkan pada Rutan, Ryan Ahmad Ronas ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Barat, Aulia Imran Magribi ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan," imbuhnya.

Kedua tersangka didakwa pasal pertama, Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana atau kedua, Pasal 13 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan dua orang konsultan pajak, Ryan Ahmad Ronas (RAR) dan Aulia Imran Maghribi (AIM), sebagai tersangka kasus dugaan suap perpajakan tahun 2016-2017. Keduanya diduga menyuap mantan pejabat Ditjen Pajak Angin Prayitno Aji senilai Rp 15 miliar.

"Adapun nominal yang khusus diberikan kepada Wawan Ridwan dan tim dan untuk kemudian diteruskan lagi pada Angin Prayitno Aji selaku Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Dirjen Pajak dan Dadan Ramdani selaku Kasubdit Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan Dirjen Pajak diduga sejumlah sekitar Rp 15 miliar," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (17/2).

Alex menyebut Rp 15 miliar itu diberikan dalam bentuk tunai di salah satu hotel di Jakarta Selatan. Aulia Imran dan Ryan Ahmad merupakan konsultan pajak dari PT Gunung Madu Plantations (GMP) pada sekitar Oktober 2017.

Alex menjelaskan Aulia Imran dan Ryan Ahmad mengadakan pertemuan dengan mantan pegawai Ditjen Pajak, Wawan Ridwan dan Alfred Simanjuntak. Wawan dan Alfred kini juga dalam jeratan KPK dan masih dalam proses di pengadilan. Pertemuan saat itu membahas pembayaran pajak PT GMP.

"Atas temuan tersebut, diduga ada keinginan tersangka AIM dan RAR agar nilai kewajiban pajak PT GMP direkayasa atau diturunkan tidak sebagaimana ketentuan dengan menawarkan sejumlah uang kepada Wawan Ridwan bersama tim," katanya.

Alex menyebut kemudian pertemuan itu berlanjut di beberapa tempat, yang salah satunya bertempat di kantor Dirjen Pajak Pusat di Jakarta Selatan. Aulia Imran dan Ryan Ahmad sudah menyiapkan uang sebanyak Rp 30 miliar untuk menyuap serta membayar wajib pajak itu.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Keduanya ditahan selama 20 hari ke depan hingga 8 Maret 2022. Aulia Imran Maghribi ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Selatan, sedangkan Ryan Ahmad Ronas ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Barat.

"Untuk mempercepat proses penyidikan, tim penyidik melakukan upaya paksa penahanan kepada para tersangka masing-masing selama 20 hari pertama," kata Alex.

(whn/yld)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT