Wagub DKI Minta Nama Jakarta International Stadium Tak Diperdebatkan

Karin Nur Secha - detikNews
Rabu, 11 Mei 2022 20:26 WIB
Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek Jakarta International Stadium, Papanggo, Jakarta Utara, Kamis (24/3). PT Jakpro mengungkap progres pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) mencapai 98%.
Jakarta International Stadium (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Jakarta International Stadium (JIS) menjadi sorotan karena penamaannya tak menggunakan bahasa Indonesia. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta penamaan JIS tidak perlu didebatkan.

"Jadi nggak usah diperdebatkan soal nama, apakah JIS atau lainnya. Jadi nggak ada filosofi dan lainnya itu suatu yang biasa saja," ujar Riza di Kantor Balaikota DKI Jakarta, Rabu (11/5/2022).

Riza mengatakan nama JIS diambil dari nama 'Jakarta' karena memang milik warga Jakarta. Kemudian, nama 'international' dipakai karena peruntukan sebagai stadion berstandar internasional dan 'stadium' digunakan karena memang bangunan itu merupakan stadium.

"Nah kalau soal internasional atau Indonesia atau Betawi seperti yang sudah disampaikan oleh teman-teman yang lain juga karena ini berkelas internasional. Apalagi di Jakarta kota yang berkelas internasional kita juga tahu Jakarta ini juga jadi kota tidak hanya maju di Indonesia tapi juga termasuk kota yang maju di ASEAN, Asia bahkan dunia," jelas Riza.

Pemprov DKI juga tengah berusaha memperindah, mempercantik, memperbaiki Jakarta agar sejajar dengan kota-kota di dunia, baik dari segi transportasi, polusi udara makin baik dan makin nyaman.

"Semua kita berlomba-lomba dengan kota di dunia agar Jakarta bisa menjadi kota berkelas dunia dan ini akan menjadikan tidak hanya kebanggaan warga Jakarta tapi juga warga Indonesia lainnya," jelasnya.

"Dan tentu tidak hanya Jakarta, kota-kota lain juga seperti Surabaya, Bandung, Medan, Makassar semua bahkan sampai Papua. Semua pemimpin daerah berusaha agar kota-kota yang dipimpin oleh warga agar menjadi kota berkelas internasional," lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, mantan anggota Ombudsman Alvin Lie menyoroti penamaan JIS. Menurut Alvin, penamaan bangunan wajib menggunakan bahasa Indonesia.

"Undang-undang itu kan harus menjadi rujukan kita, terutama yang menyangkut pelayanan publik, ruang publik, administrasi pemerintahan, apalagi stadion, bandara, dan tempat lainnya. Itu kan dibangun menggunakan APBN, APBD, yang merupakan aset negara maupun aset daerah," ucap Alvin kepada wartawan, Senin (9/5).

UU yang dimaksud Alvin adalah UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Adapun kewajiban penggunaan bahasa Indonesia termaktub dalam Perpres 63 Tahun 2019.

Simak juga 'Melihat dari Langit Ramainya Warga Salat Idul Fitri di JIS':

[Gambas:Video 20detik] (ain/idn)