Komitmen Kebangsaan Penyelenggara Negara Merosot
Kamis, 01 Jun 2006 16:43 WIB
Jakarta - Akibat pengamalan Pancasila dan UUD 1945 yang tidak benar mengancam kemajemukan dan kebhinnekaan bangsa. Komitmen kebangsaan para penyelenggara negara dianggap merosot.Demikian benang merah dari peringatan Hari Pancasila 1 Juni yang dihadiri sejumlah tokoh di Gedung Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/6/2006).Dalam acara tersebut hadir Jenderal (Pur) Wiranto, Gus Dur, Try Sutrisno, Akbar Tandjung, Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno, Sri Edi Swasono, Fadhli Zon, Egi Sudjana, dan Ridwan Saidi.Dalam pidato politiknya, Akbar Tandjung mengatakan, keragaman yang ada di Indonesia merupakan anugrah Tuhan seperti taman sari. "Indonesia itu seperti taman sari, banyak aneka bunga," ujarnya.Sementara Wiranto mengkhawatirkan merosotnya komitmen kebangsaan para penyelenggara negara. Solidaritas kebangsaan merosot dalam menghadapi globalisasi. "Mereka kurang peduli kepada rakyat kecil. Check and balance kurang jalan," jelasnya.Wiranto menjelaskan bahwa ideologi yang saat ini terjadi cenderung kepada prosedural, demokrasi formal, tidak menyentuh hal-hal yang substansi.Dia juga menyayangkan sikap para pejuang reformasi yang telah terkooptasi oleh kepentingan politisi. "Para intelektual sudah lelah akibatnya kebijakan nasional diintervensi oleh kepentingan asing dan kepentingan jangka pendek," jelas dia.
(san/)











































