Laode Ida: Survei LSI Soal Soeharto Bukan Cermin Publik
Kamis, 01 Jun 2006 15:46 WIB
Jakarta - 65,1 Persen warga Jakarta memaafkan Soeharto. Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) ini dinilai tidak menggambarkan seluruh keinginan publik di Indonesia."Survei itu kan relatif dan tidak selamanya benar semua. Yang disurvei jangan hanya masyarakat awam, tapi aktivis dan korban Orde Baru juga dilibatkan. Pasti hasilnya akan berbeda," cetus Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Laode Ida.Sosiolog ini berpendapat, jika ingin membuat survei yang menggambarkan sikap publik seluruh Indonesia terkait penghentian kasus Soeharto, maka harus melibatkan seluruh korban pada masa Soeharto dan aktivis yang menggulingkan Soeharto.Menurut Laode, gambaran survei tidak bisa dijadikan landasan untuk memotong proses hukum. Oleh karenanya, meski survei memaafkan Soeharto, maka proses hukum harus tetap berjalan."Tidak boleh main-main dalam penegakan hukum. Apalagi Soeharto saat ini kondisi kesehatannya membaik," tegasnya.Laode menyarankan kepada Jaksa Agung untuk menyikapi kondisi kesehatan Soeharto yang semakin membaik agar kepastian hukum terhadap penguasa Orde Baru itu dapat diberikan.Survei yang dilakukan LSI menemukan 65,1 persen dari 438 responden di seluruh Jakarta bersedia memberi maaf kepada Soeharto. Namun proses hukum terhadap Soeharto tetap harus jalan. Survei dilakukan pada 17-20 Mei 2006.
(san/)











































