Polri Gandeng Bank Lacak Harta Kekayaan Indra Kenz dkk

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 10 Mei 2022 17:01 WIB
Tersangka kasus affiliator Binomo Indra Kenz ditampilkan saat jumpa pers Bareskrim Polri. Indra Kenz tampak memakai baju tahanan dengan tangan diborgol.
Indra Kenz (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri menggandeng salah satu pihak bank untuk melacak kekayaan Indra Kenz dalam kasus trading Binomo. Polisi juga menyita beberapa dokumen terkait kasus.

"Kemudian berkoordinasi dengan pihak bank terkait harta kekayaan dan melakukan penyitaan dokumen," kata Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Gatot Repli Handoko kepada wartawan, Selasa (10/5/2022).

Gatot mengatakan berkas perkara Indra Kenz masih dalam proses perlengkapan atau P19. Sementara Bareskrim juga berkoordinasi dengan ahli akuntansi dan ahli ITE.

"Pada hari ini Selasa, tanggal 10 Mei 2022, penyidik masih melakukan pemenuhan berkas perkara atau P19 terhadap tersangka IK," katanya.

"Dengan melakukan koordinasi bersama ahli akuntansi dari STAN, kemudian ahli ITE dari Universitas Brawijaya Malang," tambahnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menahan tersangka lainnya, yakni Vanessa Khong, Rudiyanto Pei, dan Nathania Kesuma. Vanessa Khong disebut menerima uang Rp 5 miliar dan tanah senilai Rp 7,8 miliar.

Sementara itu, Rudiyanto Pei menyamarkan kasus dengan membeli 10 buah jam tangan mewah senilai Rp 8 miliar, yang harga aslinya Rp 24 miliar.

Kemudian, Nathania disebut menerima uang Rp 9,4 miliar dari Indra Kenz. Selain itu, Indra Kenz dan Nathania memiliki akun kripto di Indodax senilai Rp 35 miliar.

Simak juga 'Adik Indra Kenz Susul Vanessa Khong Ditahan di Rutan Bareskrim':

[Gambas:Video 20detik]



(azh/isa)