Polisi Periksa Pria Order Open BO Berujung Diperas Pekan Ini

Wildan Noviansah - detikNews
Selasa, 10 Mei 2022 15:52 WIB
Internet search bar with phrase prostitution
Foto: Ilustrasi prostitusi online. (Dok. iStock)
Jakarta -

Seorang pria berinisial E (33) melaporkan kejadian penipuan dan pemerasan usai order open BO via Instagram. Rencananya polisi akan memanggil pria tersebut guna dimintai keterangan pekan ini.

"Dalam minggu ini kita panggil korban," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit kepada wartawan, Selasa (10/5/2022).

Namun Ridwan belum merinci tanggal pasti pemanggilan pelapor dalam kasus ini. Ridwan mengatakan, pemanggilan pelapor untuk mengetahui secara rinci kronologi yang terjadi.

"Sehingga nanti keterangan korban kita tahu posisi masalah nya seperti apa. Dia berani untuk membuka ke publik bahwa dia melakukan hubungan seperti itu via online, kita akan pertanyakan," ujarnya.

Ridwan menuturkan, hingga kini pelaku dan juga akun instagram yang dijadikan alat untuk menawarkan prostitusi sudah diketahui. Namun pihaknya masih belum bisa merinci hal tersebut.

"Iya (sudah diidentifikasi), kita mulai dari situ. Karena laporan baru kita terima dan kita akan proses," jelasnya.

Sebelumnya, seorang pria berinisial E (33) melapor ke polisi karena menjadi korban penipuan dan pemerasan. E malah ditipu dan diperas setelah memesan wanita atau open BO via Instagram.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan mengatakan penipuan tersebut terjadi pada Rabu (4/5/2022). Bermula ketika E open BO saat berada di sebuah hotel di kawasan Kebayoran Baru, Jaksel.

"Korban ingin memesan wanita melalui Instagram yang diposting pelaku dengan tarif yang sudah ditentukan," kata Zulpan saat dihubungi detikcom, Senin (9/5).

Setelah berkomunikasi via Instagram, korban E lalu mentransfer sejumlah uang ke rekening pelaku. Namun, setelah memesan, E merasa ada keganjilan. Sebab, tarif yang ditentukan tidak sesuai dengan tarif semula.

Setelah membatalkan pesanan, korban malah diancam. Pelaku mengancam akan menyebarkan percakapan pemesanan korban ke media sosial, sehingga korban kembali mentransfer sejumlah uang.

Total uang korban dikirim ke pelaku sebesar Rp 9.150.000. Atas kejadian tersebut korban melapor ke polisi.

(zak/zak)