Peras Pejabat Depkeu, 2 Wartawan Bodrek Dibekuk

Peras Pejabat Depkeu, 2 Wartawan Bodrek Dibekuk

- detikNews
Kamis, 01 Jun 2006 13:48 WIB
Jakarta - Dua wartawan gadungan yang mengaku dari sebuah radio berita di Jakarta kena batunya. Ketika hendak memeras seorang pejabat di Depkeu, mereka dijebak dan dilaporkan ke polisi. Penjara sudah menanti mereka. Kesiaann deh...Aksi pemerasan itu dilakukan 2 wartawan bodrek yang mengaku berasal dari Radio Elshinta. Dengan dalih meminta ongkos pengganti biaya liputan bencana gempa bumi di Yogyakarta, mereka meminta uang sebesar Rp 2,5 juta untuk biaya perjalanan 3 wartawan.Afler Sinaga dan Dede Sudrajat, kedua wartawan gadungan tersebut, menemui Danu, seorang staf Deputi Menko Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawadi sekitar pukul 11.30 WIB di lantai 5 Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (1/6/2006).Tidak percaya dengan kedua wartawan tersebut, Danu segera menghubungi kantor Radio Elshinta untuk menanyakan identitas keduanya.Dugaannya benar, melalui telepon Radio Elshinta menyatakan tidak memiliki wartawan dengan identitas yang disebutkan. Bahkan untuk mengecek kebenarannya. Radio Elshinta mengirimkan seorang staf bernama Vivi Trisnavia.Sambil diminta menunggu, Danu dan Vivi merancang skenario jebakan. Mereka segera menghubungi Polsek Sawah Besar dan melaporkan peristiwa yang terjadi.Danu dengan dibantu Vivi membuat sebuah tanda terima di kertas yang bertuliskan: "Sudah diterima uang sebesar dua juta lima ratus ribu rupiah untuk pembayaran uang perjalanan dinas ke Yogyakarta untuk 3 orang dari Radio Elshinta".Ketika disodorkan, tanpa curiga Afler membubuhkan tanda tangannya dengan nama lengkap Drs Afler Sinaga di kertas tersebut. Keduanya diminta menunggu, karena Danu beralasan hendak mengambil uang terlebih dulu.Sebenarnya hal ini dilakukan untuk menunggu polisi yang belum datang. Begitu 5 polisi dari Polsek Sawah Besar datang, Danu segera meminta kepada polisi untuk menangkap wartawan gadungan tersebut.Ketika digeledah, dari dalam tas yang mereka bawa ditemukan berbagai identitas atau kartu pengenal dari sejumlah media cetak dan elektronik ibukota.Tanpa perlawanan berarti, keduanya diringkus dan digiring ke dalam mobil patroli yang disiapkan sekitar pukul 12.30 WIB. Tidak tampak penyesalan dan rasa malu di wajah keduanya."Tanda terima ini akan kita jadikan barang bukti kita ke polisi," kata Vivi.Sejumlah wartawan yang biasa meliput di Depkeu hanya bisa menggelengkan kepala menyaksikan kejadian tersebut. Sambil berbisik beberapa wartawan mengaku pernah melihat keduanya ketika sedang meliput di Gedung DPR."Maunya digebukin, tapi badannya besar-besar. Bikin malu saja," ketus seorang wartawan. (bal/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads