Gempa DIY-Jateng, Pemerintah Belum Pikirkan Pinjaman LN

Gempa DIY-Jateng, Pemerintah Belum Pikirkan Pinjaman LN

- detikNews
Kamis, 01 Jun 2006 13:28 WIB
Jakarta - Banyak negara asing menawarkan pinjaman lunak untuk menanggulangi gempa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah (Jateng). Namun pemerintah belum mau menanggapi."Banyak negara menawarkan pinjaman lunak, namun hal itu masih kita hindari," kata Kepala Bappenas/Menneg PPN Paskah Suzetta kepada wartawan usai mengikuti peringatan hari lahir Pancasila, di Jakarta Convention Center (JCC), Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (1/6/2006).Dalam kesempatan itu Paskah juga mengatakan, bantuan renovasi rumah Rp 10 juta hingga Rp 30 juta akan diberikan secepatnya. Bantuan dikirim langsung ke desa-desa yang membutuhkan."Mekanisme pemberian bantuan untuk perumahan itu akan melalui desa. Kita akan usahkan secepatnya. Untuk saat ini pemerintah memprioritaskan bantuan tanggap darurat terlebih dahulu," katanya.Seperti diketahui, saat pengungsi di Balaidesa Sabdodadi, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Rabu (31/5/2006) Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Aburizal Bakrie, menyatakan, dana untuk membangun rumah diperkirakan cair pada Juli setelah pendataan dari tingkat desa, kabupaten, hingga provinsi selesai.Penyelesaian pendataan hanya diberi waktu tiga hari. Pendataan dilakukan satuan pelaksana tingkat desa, ditandatangani bupati, dan diserahkan ke ketua satuan koordinasi dan pelaksana provinsi, kemudian ke pusat.Biaya pembangunan dan perbaikan rumah itu dihitung dari standar harga dengan catatan dibangun sendiri masyarakat secara bersama-sama. "Kalau dulu nilai bangunannya Rp 10 juta, ya diberikan Rp 10 juta. Lebih dari Rp 30 juta akan diberikan maksimal Rp 30 juta," ujarnya. (djo/)


Berita Terkait