Masih Ada yang Mudik, Keberangkatan Kereta di Stasiun Gambir Masih Tinggi

Annisa Rizky Fadhila - detikNews
Selasa, 10 Mei 2022 11:18 WIB
Suasana di Stasiun Gambri, Selasa (10/5/2022)-(Annisa-detikcom)
Suasana di Stasiun Gambir, Selasa (10/5/2022). (Annisa/detikcom)
Jakarta -

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat keberangkatan di Stasiun Gambir keluar dari Jakarta masih tinggi. Per hari ini ada 35 kereta api yang beroperasi, delapan di antaranya kereta tambahan.

"Dapat disampaikan pula untuk keberangkatan periode 22 April hingga 10 Mei sebanyak 579 ribu tiket sudah terjual. Adapun relasi yang banyak dipilih pengguna Yogyakarta, Solo, Kutuarjo, Purwokerto, Kebumen, Tegal, Semarang, Surabaya, Malang, Cirebon, dan Bandung," kata Kepala Humas PT KAI Daop 1 Eva Chairunisa kepada wartawan, Selasa (10/5/2022).

Volume penumpang di Stasiun Gambir per hari ini tercatat 4.800 atau 28 persen dari total tempat duduk yang tersedia, yakni 17.200 tempat duduk. Meski demikian, Eva mengatakan puncak kepadatan pemudik sudah berlalu.

"Tercatat pula puncak kepadatan volume penumpang keberangkatan Stasiun Gambir dan Pasar Senen terjadi mulai 27 April hingga 1 Mei 2022. Pada kurun waktu itu, okupansi penumpang KAJJ (kereta api jarak jauh) yang berangkat dari area Daop I Jakarta mencapai 100 persen," katanya.

Eva menambahkan data penumpang yang berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen per hari ini sebanyak 14.900, yang berangkat dari seluruh stasiun KAJJ di area Daop I Jakarta.

"Volume penumpang keberangkatan pun mulai normal pada rata-rata keberangkatan harian penumpang pada masa pandemi," kata Eva.

Penumpang yang Tiba di Jakarta

Penumpang yang tiba di Jakarta sempat mencapai puncak tertinggi. Eva menuturkan volume penumpang datang terjadi pada 5-9 Mei. Dalam kurun waktu tersebut, per hari rata-rata penumpang yang datang di area Daop 1 Jakarta sebanyak 40 ribu orang.

Sedangkan kedatangan penumpang dari daerah lain tujuan Daop 1 Jakarta mulai mengalami peningkatan. Secara total hari ini ada 38.800 penumpang yang akan turun di area Daop 1 Jakarta.

"Dari jumlah tersebut, 13.500 penumpang turun di Stasiun Gambir, 15.300 Pasar Senen, 3.600 di Stasiun Jatinegara, 3.700 di Stasiun Bekasi, dan sisanya merupakan penumpang turun di stasiun lain, seperti Jakarta Kota, Cikarang, Karawang, dan Cikampek," ujar Eva.

Masih Ada Penumpang Mudik

Eko (29) mengaku baru bisa mudik sekarang karena harus bekerja saat Lebaran. Dia sudah membeli tiket untuk perjalanan kembali ke Jakarta pada Selasa (17/5).

"Baru bisanya sekarang. Karena kemarin saya lembur juga dan kebetulan di kantor saya masuk per sif gitu kan. Nah, saya kebagian sif malam dan Lebaran masuk," kata Eko di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.

"Ya karena itu, baru bisa mudik sekarang. Ini juga kondisinya saya cuti. Saya udah ngajuin cuti lewat sistem dan sudah diokein," sambungnya.

Warga lainnya, Ratna, juga mengaku baru bisa mudik ke Cirebon, Jawa Barat, hari ini. Dia mengatakan suaminya harus bekerja saat Lebaran kemarin.

"Kita baru mudik sekarang itu karena nunggu momen juga sebenarnya. Kalau kemarin kan pasti ramai banget. Suami juga H-1 Lebaran masih kerja. Kondisinya juga harga tiket naik. Jadi kita memutuskan, ya udah nanti aja setelah berapa hari Lebaran gitu waktunya," kata Ratna.

Dia mengaku bakal memanfaatkan hari libur Waisak untuk memperpanjang waktu di kampung halaman. Dia berharap tak ada kenaikan harga tiket.

"Ini kan masih ada tanggal merah ya, kalau nggak salah hari Waisak apa Nyepi itu ya. Nah, kemungkinan balik Jakarta setelah momen itu, tapi belum pasti ya karena kita juga sambil lihat-lihat situasi. Kalau harga tiket naik, ya kemungkinan akan dipercepat," katanya.

(idn/idn)