Cak Imin Dinilai Panik Usai PBNU Diharamkan Gus Yahya Jadi Alat PKB

ADVERTISEMENT

Cak Imin Dinilai Panik Usai PBNU Diharamkan Gus Yahya Jadi Alat PKB

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 10 Mei 2022 08:33 WIB
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) mengusulkan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah sebagai peraih nobel perdamaian 2022-2023 di Norwegia.
Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta -

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyebut Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) tak berpengaruh terkait soliditas 13 juta suara PKB. Pernyataan Cak Imin pun dijawab oleh PBNU soal ketidakharmonisan mempengaruhi suara PKB.

Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai polemik tersebut menandakan hubungan PKB dan PBNU sedang tidak baik-baik saja. Menurutnya, polemik ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah adanya hubungan tak mesra antara PBNU dan PKB.

"Ini pertama dalam sejarahnya PBNU dan PKB tak mesra. Hubungan keduanya lagi tak baik-baik saja. Sepertinya ada konflik batin yang tak biasa," kata Adi Prayitno saat dihubungi, Senin (9/5/2022).

Adi menilai wajar ketika Cak Imin menyoroti secara khusus sosok Gus Yahya dalam pernyataannya. Ada 3 hal yang menurut dia membuat Cak Imin frustrasi terhadap PBNU saat ini.

"Faktornya 3 hal, untuk 2024 NU tak akan memajukan capres. Tentu sangat merugikan Muhaimin yang sangat agresif melakukan konsolidasi politik pencapresan. Kedua, PBNU menegur sejumlah pengurus cabang yang deklarasi dukung Muhaimin. Itu artinya, secara struktural haram bagi NU ditarik dalam urusan politik elektoral. Padahal Muhaimin selama ini sangat mengandalkan fatsun politik struktural NU untuk mendapatkan dukungan kaum nahdliyin," urainya.

"Ketiga, NU tak bisa lagi dikapitalisasi hanya jadi saluran politik PKB, tapi NU milik semua partai politik yang di dalamnya ada pengurus NU," imbuhnya.

Adi menilai Cak Imin sepertinya mulai panik atas sikap PBNU di bawah kepemimpinan Gus Yahya yang terkesan menjauhkan warga NU dari PKB. Dia menilai ada kekhawatiran serius dari Cak Imin terkait sikap PBNU tersebut.

"Muhaimin sepertinya mulai panik ketika NU dijauhkan dari PKB. Muhaimin layak khawatir karena NU merupakan basis pemilih utama PKB yang bisa mempengaruhi elektabilitas PKB. Muhaimin secara langsung menantang bahwa PKB bisa besar tanpa fatwa ketua umum PBNU," ucapnya.

"Kalau (PBNU) tak berpengaruh tentu Muhaimin tak perlu bereaksi yang secara tak langsung menafikan peran politik Ketua PBNU. Justru publik melihat Muhaimin mulai khawatir PKB akan melemah setelah secara struktural NU diharamkan ditarik ke urusan politik PKB. Level kekhawatirannya mulai serius karena Muhaimin langsung yang menyatakan sikap. Pernyataan Muhaimin jelas makin membuat hubungan dengan NU makin panas. Padahal pemilu masih lama. Dua tahun ke depan sepertinya akan semakin terbuka 'perang' antarkeduanya," lanjut dia.

Simak juga video 'Gus Yahya: PDIP Bukan Sekadar Partner, tapi...':

[Gambas:Video 20detik]



Simak penjelasan lengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT