Tendangan 2 Prajurit TNI AD Bikin Gagal Aksi Komplotan 9 Begal

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 10 Mei 2022 07:34 WIB
Prada Junior Noval dan Prada Ardian Sapta Savela dari kesatuan Yonarhanud 10/ABC Kodam Jaya yang menggagalkan aksi begal di Jaksel (Mulia Budi/detikcom)
Prada Junior Noval dan Prada Ardian Sapta Savela dari kesatuan Yonarhanud 10/ABC Kodam Jaya yang menggagalkan aksi begal di Jaksel (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Salah sasaran. Beginilah kata yang tepat untuk menggambarkan aksi gagal 9 begal melawan 2 anggota TNI. Penuh ketegangan, dua prajurit matra Angkatan Darat (AD) ini berhasil memojokkan balik para begal hingga terbirit-birit.

Kisah 2 prajurit TNI versus 9 begal terjadi pada Sabtu (7/5/2022) sekitar pukul 05.00 WIB di Jl. Bumi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Lokasi persisnya di depan SMPN 29 Jakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E. Zulpan menceritakan kronologi aksi begal yang gagal tersebut. Dua prajurit TNI itu bernama Prada Junior Noval dan Prada Ardian Sapta Savela dari kesatuan Yonarhanud 10/ABC Kodam Jaya.

"Pada Sabtu, 7 Mei pukul 05.00 pagi hari, telah terjadi pembegalan terhadap pengendara roda dua yang kebetulan adalah anggota TNI. Kemudian dicoba dihentikan 4 motor pelaku begal," jelas Kombes Zulpan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (9/5).

Tendangan Prajurit TNI

Para pelaku saat itu menyuruh kedua anggota TNI tersebut untuk berhenti. Kemudian, kedua anggota TNI menepi disusul salah satu pelaku yang berteriak, 'Berhenti, kita begal, nih'.

"Korban kemudian melakukan perlawanan. Akibat perlawanan ini membuat keempat pelaku mencoba lari, kemudian dilakukan pengejaran oleh korban," imbuhnya.

Dalam pengejaran itu, salah satu anggota TNI tersebut menendang satu motor pelaku. Akibatnya, pelaku terjatuh dari motor.

"Kemudian, akibat terjatuh, salah satu pelaku diamankan. Salah satu pelaku atas nama Muhammad Rizki ini berhasil diamankan dan sudah ditangani Polsek Kebayoran Baru," ujarnya.

Salah Lawan

Dilansir situs resmi TNI Angkatan Darat, sembilan pelaku begal itu disebut salah sasaran karena menyerang dua prajurit. Untuk diketahui, Junior Noval dan Ardian berasal dari Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Yoharnaud) 10/ABC.

"Sembilan pelaku begal tersebut diduga salah sasaran dengan menyerang dua prajurit TNI saat menuju perjalanan pulang ke Batalion Arhanud 10/ABC Bintaro, Jakarta Selatan, usai berbelanja di Pasar Kebayoran Baru," tulis TNI AD.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna menyampaikan bahwa Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman mengapresiasi 2 prajuritnya yang menggagalkan aksi begal di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Pimpinan TNI AD mengapresiasi tindakan cepat dan sigap kedua orang prajurit TNI AD saat menggagalkan aksi kawanan begal tanpa memikirkan keselamatan jiwanya," kata Tatang, Senin (9/5).

Tatang menuturkan, aksi heroik yang dilakukan dua prajurit TNI tersebut cerminan 7 perintah harian KSAD, yakni komitmen TNI untuk hadir di tengah kesulitan masyarakat.

"Inilah dampak dari keberadaan TNI AD dalam memberikan rasa aman dan nyaman di tengah-tengah masyarakat, terutama dari tindakan kejahatan yang sewaktu-waktu selalu mengintai masyarakat," ujarnya.

Cerita Noval dan Ardian

Prada Ardian Sapta Savela mengatakan pelaku sempat memintanya menyerahkan barang berharga. Ardian dan rekannya awalnya dipepet pelaku begal saat pergi membeli kebutuhan logistik.

Dia bersama rekannya, Prada Junior Noval, sempat dilempari batu besar oleh pelaku begal. Namun lemparan batu tersebut meleset.

"Setelah itu, kendaraan mulai menggiring kami ke pinggir, kami berhenti agar ada jarak dari kami sama mereka. Setelah itu nggak tahunya yang di depan sudah menyiapkan batu, ukuran besar, di situ kita dilempar, sempat menghindar," ujarnya.

Saksikan Video 'Kronologi Dua TNI Gagalkan Aksi Begal di Kebayoran Baru':

[Gambas:Video 20detik]



Simak di halaman selanjutnya soal batu besar.