Berkas Lengkap, Penyuap Eks Bupati Tulungagung Segera Disidang

ADVERTISEMENT

Berkas Lengkap, Penyuap Eks Bupati Tulungagung Segera Disidang

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 09 Mei 2022 18:33 WIB
Kepanjangan KPK hingga Tugas-tugas Lembaga Antikorupsi Itu
Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK menyatakan berkas perkara Direktur PT Kediri Putra, Tigor Prakasa, telah lengkap. Penyuap mantan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo itu akan segera disidangkan.

"Hari ini (9/5) telah dilaksanakan tahap II (penyerahan Tersangka dan barang bukti) untuk Tsk TP dari Tim Penyidik kepada tim JPU karena dari hasil pemeriksaan berkas perkara dinyatakan memenuhi persyaratan kelengkapan berkas perkara," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (9/5/2022).

Ali mengatakan penahanan Tigor akan diperpanjang selama 20 hari ke depan. Tigor ditahan di Rutan KPK Kaveling C1.

"Penahanan masih berlanjut dalam wewenang Tim Jaksa untuk 20 hari ke depan terhitung 9 Mei 2022 sampai dengan 28 Mei 2022 di Rutan KPK pada Kaveling C1," katanya.

Selanjutnya, Ali menyebut surat dakwaan akan disusun selama 14 hari kerja dan segera dilimpahkan ke pengadilan.

"Tim Jaksa akan segera menyusun surat dakwaan dan melimpahkan berkas perkara bersamaan dengan surat dakwaan dalam waktu 14 hari kerja ke Pengadilan Tipikor," katanya.

Sebelumnya, KPK menetapkan pihak swasta, Tigor Prakasa, menjadi tersangka kasus dugaan suap mantan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo. KPK menduga Tigor memberi suap Rp 14,5 miliar kepada Syahri dalam kurun tiga tahun.

"Pemberian fee proyek tersebut diduga disepakati baik sebelum maupun setelah proyek dikerjakan," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (11/3).

Berikut ini rincian dugaan suap dari Tigor ke Syahri:

1. Tahun 2016 mengerjakan beberapa proyek dengan total nilai proyek sekitar Rp 64 miliar dan fee yang diberikan diduga sejumlah sekitar Rp 8,6 miliar

2. Tahun 2017 mengerjakan beberapa proyek dengan total nilai proyek sekitar Rp 26 miliar dan fee yang diberikan diduga sejumlah sekitar Rp 3,9 miliar

3. Tahun 2018 mengerjakan beberapa proyek dengan total nilai proyek sekitar Rp 24 miliar dengan fee yang diberikan diduga sejumlah sekitar Rp 2 miliar.

Tigor disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kasus ini merupakan perkembangan dari kasus yang menjerat mantan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo. Dia dijerat KPK lantaran diduga menerima suap berkaitan dengan proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan.

(azh/dwia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT