Polisi Usut Akun IG yang Peras Pria Order Open BO di Jaksel

Wildan Noviansah - detikNews
Senin, 09 Mei 2022 15:54 WIB
XXX Key with trap on keyboard, 3D rendering
Ilustrasi prostitusi (Foto: iStock)
Jakarta -

Seorang pria berinisial E (33) melaporkan kejadian penipuan dan pemerasan usai order open BO via Instagram. Polisi kini tengah menyelidiki akun Instagram yang digunakan pelaku tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit mengatakan pihaknya sudah mengantongi akun Instagram pelaku. Namun dia belum merinci lebih dalam soal akun tersebut.

"Sudah (diketahui), pasti kita selidiki lebih dalam," kata Ridwan saat dihubungi, Senin (9/5/2022).

Ridwan menambahkan, pihaknya juga akan meminta keterangan lengkap dari pelapor. Sebab kata dia, hal yang dilaporkan pelapor termasuk ke dalam prostitusi.

"Nanti kita mintai keterangan lengkap dari pelapor soal kasus ini. Ini dia kan melakukan tindakan seperti itu (prostitusi) tapi berani melaporkan ke polisi karena merasa tertipu," jelasnya.

Sebelumnya, seorang pria berinisial E (33) melapor ke polisi karena menjadi korban penipuan dan pemerasan. E malah ditipu dan diperas setelah memesan wanita atau open BO via Instagram.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan mengatakan penipuan tersebut terjadi pada Rabu (4/5/2022). Bermula ketika E open BO saat berada di sebuah hotel di kawasan Kebayoran Baru, Jaksel.

"Korban ingin memesan wanita melalui Instagram yang diposting pelaku dengan tarif yang sudah ditentukan," kata Zulpan saat dihubungi detikcom, Senin (9/5).

Setelah berkomunikasi via Instagram, korban E lalu mentransfer sejumlah uang ke rekening pelaku. Namun, setelah memesan, E merasa ada keganjilan. Sebab, tarif yang ditentukan tidak sesuai dengan tarif semula.

"Korban lalu meng-cancel pemesanan wanita dengan tarif Rp 530.000," katanya.

Setelah membatalkan pesanan, korban malah diancam. Pelaku mengancam akan menyebarkan percakapan pemesanan korban ke media sosial, sehingga korban kembali mentransfer sejumlah uang.

Total uang korban dikirim ke pelaku sebesar Rp 9.150.000. Atas kejadian tersebut korban melapor ke polisi.

(mea/mea)