Wabah PMK Serang Hewan Ternak, Jatim Ajukan 4 Kabupaten Dapat Vaksin

Tim detikcom - detikNews
Senin, 09 Mei 2022 11:10 WIB
Gubernur Khofifah Sebut Kemungkinan dari Hewan Ternak Impor Ilegal dari Negara Yang Belum Bebas PMK
Hewan ternak di Jatim terserang wabah PMK. (Eko Sudjarwo/detikcom)
Jakarta -

Sebanyak 4 kabupaten di Jawa Timur (Jatim) terjangkit wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Provinsi Jatim menetapkan status wabah (outbreak) agar hewan ternak itu bisa divaksinasi melalui Organisasi Kesehatan Hewan Dunia atau OIE.

"Vaksin kita ndak punya. Jadi hanya negara yang sudah men-state wabah saja yang boleh mengajukan ke OIE," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Indyah Aryani, seperti dilansir detikJatim, Senin (9/5/2022).

Kofifah mengatakan pengajuan surat vaksin untuk hewan ternak itu dilakukan pada Jumat (6/5/2022) dan telah dikirim ke Menteri Pertanian. Dia mengatakan menteri bisa melakukan permintaan vaksin ke OIE.

"Jadi pada Jumat lalu kami sudah mengajukan surat ke Pak Mentan agar 4 daerah ini bisa di-state oleh Pak Mentan ada wabah PMK. Dengan pernyataan Pak Mentan bahwa ada wabah PMK, baru bisa mengajukan pengadaan vaksin melalui IOE," ujar Khofifah menyebut mekanisme permintaan vaksin sudah disepakati secara internasional.

Bupati Lamongan Yuhronur Effendi mengatakan kasus ini berawal dari deteksi sapi di Dusun Pilanganom, Desa Balungwangi, Kecamatan Tikung. Dia mengatakan gejala tersebut muncul pada sapi yang baru dibeli yang tampak hipersalivasi, nafsu makan turun, panting, dan suhu tubuh agak demam.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan telah melakukan pelacakan dan pengujian hingga 6 Mei. Kemudian diperoleh hasil 4 dari 27 kecamatan di Lamongan terserang suspect PMK, yakni Kecamatan Tikung, Kembangbahu, Sarirejo dan Turi.

Baca berita lengkapnya di sini.

Lihat juga video saat 'Wabah Antraks Merebak di Gunungkidul, Puluhan Warga Diduga Tertular':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/idh)