ADVERTISEMENT

Rekor-rekor Terpecahkan Saat Akhirnya Kembali Boleh Mudik Lebaran

Tim detikcom - detikNews
Senin, 09 Mei 2022 06:31 WIB
Jasa Marga
Pantauan jalur mudik PT Jasa Marga. (dok. Istimewa)
Jakarta -

Hari raya Lebaran 2022 menjadi momen mudik akbar bagi masyarakat yang telah menahan rindu bersua dengan sanak famili selama 2 tahun terakhir akibat badai COVID-19. Selama libur Lebaran tahun ini, pecah sejumlah rekor terkait aktivitas mudik dalam sepanjang sejarah. Apa saja rekornya?

1,7 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

Jasa Marga mencatat sebanyak 1,7 juta kendaraan keluar Jabotabek sejak H-10 sampai H-1 Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Jasa Marga menyebut jumlah tersebut memecahkan rekor lalu lintas tertinggi sepanjang sejarah mudik.

Jasa Marga menerangkan 1,7 juta kendaraan itu meninggalkan Jabotabek menuju tiga arah, yaitu timur (Trans Jawa dan Bandung), barat (Merak), dan selatan (Puncak). Jasa Marga menyampaikan angka tersebut naik 9,5% dibandingkan jumlah kendaraan saat Lebaran 2019 atau sebelum pandemi COVID-19.

"Sedangkan, jika dibandingkan dengan lalu lintas normal pada periode November 2021 yang merupakan lalu lintas tertinggi saat pandemi, 1,7 juta kendaraan yang melintas di periode mudik tahun ini naik 18,6%," ujar Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru, dalam keterangan tertulis, Selasa (3/5/2022) lalu.

Heru lalu menerangkan dari sisi distribusi lalu lintas, destinasi favorit pemudik masih menuju arah timur. Sebanyak 53,8 Persen dari 1,7 juta kendaraan mengarah ke Jalan Tol Trans Jawa.

Kemudian 27,6 persen dari 1,7 juta kendaraan tercatat mengarah ke Tol Merak. Lalu 18,7 persen kendaraan menuju arah Puncak. Melihat tingginya lalu lintas mudik, Heru mengimbau pengendara mengatur waktu perjalanan kembali ke Jabotabek atau arus balik.

"Periode arus balik sendiri memiliki jumlah hari yang cukup pendek jika dibandingkan dengan arus mudik. Jika semua orang merencanakan pulang di akhir libur panjang, seperti tanggal 6, 7, dan 8 Mei 2022, maka peningkatan lalu lintas serentak secara bersama-sama ini harus diantisipasi oleh pengguna jalan," terang Heru.

Terakhir, dia mengingatkan para pemudik untuk selalu berhati-hati dalam berkendara. Para pemudik juga diminta mematuhi rambu-rambu lalu lintas di jalan tol dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Jasa Marga mengimbau pengendara selalu memantau kondisi lalu lintas, yang dapat diakses via aplikasi Travoy, yang menampilkan rekaman CCTV real time di jalan tol. Pengendara bisa menghubungi call center 24 Jam di nomor 14080 untuk informasi lebih lanjut.

Simak video 'Menhub: 1,4 Juta Warga Jabodetabek Mudik dengan Pesawat':

[Gambas:Video 20detik]



Simak rekor lainnya di halaman berikut.

Volume Kendaraan Tertinggi Saat Arus Balik

Jasa Marga mencatat rekor volume kendaraan tertinggi sepanjang sejarah terjadi saat arus balik Lebaran 2022 ini. Dilaporkan sebanyak 170.078 kendaraan kembali ke Jabotabek pada H+4 Lebaran atau Sabtu (7/5/2022).

Heru menerangkan pihaknya mencatat sebanyak 170.078 kendaraan kembali ke Jabotabek dari arah timur yang meliputi Surabaya, Solo, Semarang, Cirebon, dan Bandung. Jumlah tersebut meningkat 159% dari lalu lintas normal pada 2021 sebesar 166.444 kendaraan.

"Rekor arus balik tertinggi di sepanjang sejarah jalan tol di Indonesia kembali terjadi pada hari Sabtu, 7 Mei 2022, atau H+4 arus balik Lebaran 2022 ini. Volume lalu lintas kembali ke Jabotabek dari arah Timur (Surabaya, Solo, Semarang, Cirebon, dan Bandung) mencapai 170.078 kendaraan. Angka ini naik 159% dari normal 2021, dan mengalahkan rekor tertinggi sebelum pandemi, yang terjadi pada Lebaran 2019 sebesar 166.444 kendaraan atau naik 2,2%," kata Heru dalam keterangan pers tertulis, Minggu (8/5/2022).

Heru menambahkan, jalan layang MBZ sepanjang 38 Km mendukung kelancaran perjalanan tahun ini sehingga menambah kapasitas Jalan Tol Jakarta-Cikampek existing, dari 6 lajur dua arah, menjadi 10 lajur. Heru menyebut pihaknya puncak arus balik Lebaran diprediksi akan terjadi hari ini.

"Ini yang membedakan dari 2019. Pada tahun 2019 untuk mengurai lalin sebesar ini dibutuhkan waktu hingga 24 jam untuk menguras kepadatan luar biasa yang terjadi di berbagai segmen Jalan Tol Jakarta-Cikampek," ungkapnya.

"Tahun ini dengan perencanaan yang lebih matang, dan koordinasi yang jauh lebih intensif, relatif tidak terjadi kepadatan yang berarti di Jalan Tol Jakarta-Cikampek," sambungnya.

Heru menambahkan, pihaknya terus melakukan koordinasi lintas sektoral yang sangat intensif dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan secara komprehensif. Koordinasi ini dilakukan bersama kepolisian, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, dan dinas-dinas lainnya yang terkait.

"Tiga bulan sebelum arus mudik, bahkan sebelum adanya keputusan pelonggaran perjalanan antar kota, kami bersama-sama dengan pemangku kepentingan sudah membahas intensif perencanaan arus mudik, dengan berbagai skenario, untuk mengantisipasi apa pun kebijakan pemerintah pusat soal mudik", tutur Heru.

Heru menambahkan, koordinasi pada level pengambil kebijakan juga didukung dengan pengoperasian konsep Intelligent Transportation System (ITS) yang dimiliki Jasa Marga, di Jasa Marga Tollroad Command Centre (JMTC). Dia menyebut JMTC berfungsi untuk mengumpulkan seluruh informasi lalu lintas jalan tol melalui beberapa sumber.

"JMTC sebagai 'the eye of the tollroad' mengumpulkan seluruh informasi lalu lintas jalan tol melalui beberapa sumber, seperti pantauan 1.913 CCTV, 26 speed camera, 39 CCTV analytic traffic counting, 19 RTMS (Remote Traffic Microwave Sensor), 7 WIM (Weigh in Motion) dan juga informasi dari laporan petugas di lapangan serta informasi dari pelanggan melalui call center 14080, untuk selanjutnya diolah dan disampaikan kembali hasilnya kepada pimpinan puncak untuk pengambilan keputusan serta kepada pengguna jalan tol untuk membantu mereka dalam merencanakan perjalanan," tuturnya.

Simak soal rekor jumlah penumpang terbanyak di bandara di halaman berikut.

Penumpang Membeludak di Bandara YIA Jogja

Puncak arus balik terjadi di Yogyakarta Internasional Airport (YIA) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta hari ini. Tercatat ada ada lebih dari 12.000 penumpang memadati bandara YIA siang ini. Jumlah ini sekaligus memecahkan rekor jumlah penumpang di Bandara YIA selama beroperasi.

"Jadi sesuai dengan flight plan, rencana penerbangan untuk hari ini ada lonjakan penumpang untuk arus balik di mana sesuai dengan prediksi kita penumpang dengan jumlah di atas 12.000," ucap Pelaksana Tugas Sementara (PTS) General Manager YIA, Agus Pandu Purnama, saat ditemui wartawan di YIA, Minggu (8/5/2022).

Pandu memerinci total jumlah penumpang hingga siang ini sekitar 12.300 orang. Dengan rincian 5.300 penumpang kedatangan, dan 6,800 penumpang keberangkatan.

Jumlah ini diperkirakan masih terus bertambah mengingat terdapat penumpang yang membeli tiket menjelang keberangkatan hari ini. Adapun jumlah pergerakan pesawat mencapai 74 dengan satu di antaranya merupakan penerbangan internasional.

"Hari ini alhamdulillah kita mencatat sekitar 74 pergerakan pesawat dengan berbagai rute memang akumulasinya 60 persen masih didominasi rute Cengkareng. Kemudian jumlah penumpang yang tercatat hari ini ada sekitar 12.300 ditambah dengan penerbangan internasional hari ini ke Kuala Lumpur dengan keberangkatan sejumlah sekitar 140 lebih passanger-nya," ujar Pandu.

"Jadi memang kelihatannya hari ini adalah arus puncaknya untuk balik di bandara YIA," sambungnya.

Pandu mengatakan total jumlah penumpang pada puncak arus balik ini sesuai dengan prediksinya. Sebelumnya otoritas bandara sudah memperkirakan akan ada lonjakan jumlah penumpang hingga 12.000 orang saat puncak arus mudik dan balik Lebaran 2022.

"Ya sesuai prediksi, karena memang kemarin itu waktu arus mudik kita baru 11.800 ya kemarin itu, padahal prediksinya di 12.000, ternyata prediksi kami begitu balik banyak sekali para pengguna jasa, yang awalnya menggunakan kendaraan darat, kemudian terjadi kemacetan sehingga sebagian mereka memilih jalur udara," jelasnya.

Pandu menyebut jumlah yang tercatat hari ini juga memecahkan rekor penumpang sejak YIA mulai beroperasi 2019 silam.

"Ya tertinggi sejak operasional bandara, kita ada 12.300 yang tercatat. Biasanya nanti sampai akhir penerbangan bisa bertambah bahkan bisa mencapai di 13.000 insyaAllah," ujarnya.

(fca/fca)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT