Rekor Sepanjang Sejarah! Arus Balik 7 Mei di Tol Tembus 170 Ribu Kendaraan

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 08 Mei 2022 13:34 WIB
Jasa Marga
Foto: dok. Istimewa
Jakarta -

PT Jasa Marga mencatat rekor volume kendaraan tertinggi sepanjang sejarah terjadi saat arus balik Lebaran 2022 ini. Dilaporkan sebanyak 170.078 kendaraan kembali ke Jabotabek pada H+4 Lebaran atau Sabtu (7/5/2022).

Corporate Communication and Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Dwimawan Heru menerangkan, pihaknya mencatat sebanyak 170.078 kendaraan kembali ke Jabotabek dari arah timur yang meliputi Surabaya, Solo, Semarang, Cirebon, dan Bandung. Jumlah tersebut meningkat 159% dari lalu lintas normal pada 2021 sebesar 166.444 kendaraan.

"Rekor arus balik tertinggi di sepanjang sejarah jalan tol di Indonesia kembali terjadi pada hari Sabtu, 7 Mei 2022, atau H+4 arus balik Lebaran 2022 ini. Volume lalu lintas kembali ke Jabotabek dari arah Timur (Surabaya, Solo, Semarang, Cirebon, dan Bandung) mencapai 170.078 kendaraan. Angka ini naik 159% dari normal 2021, dan mengalahkan rekor tertinggi sebelum pandemi, yang terjadi pada Lebaran 2019 sebesar 166.444 kendaraan atau naik 2,2%," kata Heru dalam keterangan pers tertulis, Minggu (8/5/2022).

Heru menambahkan, jalan layang MBZ sepanjang 38 Km mendukung kelancaran perjalanan tahun ini sehingga menambah kapasitas Jalan Tol Jakarta-Cikampek existing, dari 6 lajur dua arah, menjadi 10 lajur. Heru menyebut pihaknya puncak arus balik Lebaran diprediksi akan terjadi hari ini.

"Ini yang membedakan dari 2019. Pada tahun 2019 untuk mengurai lalin sebesar ini dibutuhkan waktu hingga 24 jam untuk menguras kepadatan luar biasa yang terjadi di berbagai segmen Jalan Tol Jakarta-Cikampek," ungkapnya.

"Tahun ini dengan perencanaan yang lebih matang, dan koordinasi yang jauh lebih intensif, relatif tidak terjadi kepadatan yang berarti di Jalan Tol Jakarta-Cikampek," sambungnya.

Heru menambahkan, pihaknya terus melakukan koordinasi lintas sektoral yang sangat intensif dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan secara komprehensif. Koordinasi ini dilakukan bersama kepolisian, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, dan dinas-dinas lainnya yang terkait.

"Tiga bulan sebelum arus mudik, bahkan sebelum adanya keputusan pelonggaran perjalanan antar kota, kami bersama-sama dengan pemangku kepentingan sudah membahas intensif perencanaan arus mudik, dengan berbagai skenario, untuk mengantisipasi apa pun kebijakan pemerintah pusat soal mudik", tutur Heru.

Heru menambahkan, koordinasi pada level pengambil kebijakan juga didukung dengan pengoperasian konsep Intelligent Transportation System (ITS) yang dimiliki Jasa Marga, di Jasa Marga Tollroad Command Centre (JMTC). Dia menyebut JMTC berfungsi untuk mengumpulkan seluruh informasi lalu lintas jalan tol melalui beberapa sumber.

"JMTC sebagai 'the eye of the tollroad' mengumpulkan seluruh informasi lalu lintas jalan tol melalui beberapa sumber, seperti pantauan 1.913 CCTV, 26 speed camera, 39 CCTV analytic traffic counting, 19 RTMS (Remote Traffic Microwave Sensor), 7 WIM (Weigh in Motion) dan juga informasi dari laporan petugas di lapangan serta informasi dari pelanggan melalui call center 14080, untuk selanjutnya diolah dan disampaikan kembali hasilnya kepada pimpinan puncak untuk pengambilan keputusan serta kepada pengguna jalan tol untuk membantu mereka dalam merencanakan perjalanan," tuturnya.

Simak Video: Ogah Kejebak Macet, Pemudik Ini Ngaku Naik Pesawat Lebih Efektif

[Gambas:Video 20detik]



(whn/imk)