Pejabat ke Lokasi Gempa Hanya Tambah Persoalan

Pejabat ke Lokasi Gempa Hanya Tambah Persoalan

- detikNews
Kamis, 01 Jun 2006 08:19 WIB
Jakarta - Persoalan distribusi bantuan bagi korban gempa di Yogyakarta menjadi isu yang mengemuka. Saat ini ribuan pengungsi masih belum terjamah bantuan. Kunjungan pejabat ke lokasi justru dinilai hanya menambah persoalan."Pejabat mana pun yang datang dilihat sebagai masalah, karena orang melihatnya dengan harapan tinggi, namun tidak menyelesaikan soal distribusi bantuan," kata pengamat politik UI Effendy Ghazali saat dihubungi detikcom, Kamis (1/6/2006).Dia menilai saat Presiden SBY mengunjungi lokasi gempa selama 3 hari, serta menteri-menteri menetap sementara di Yogya, tidak memiliki arti apa pun."Tidak ada bedanya berkantor di Yogya ataupun Jakarta. Kunjungan Presiden, Wapres atau pejabat hanya menenangkan orang sementara," jelasnya.Effendy melihat bangsa ini terlalu responsif dan reaktif dalam melihat suatu bencana, dengan ramai-ramai memberi sumbangan. Namun ada hal yang penting yang tidak dipikirkan yakni bagaimana kordinasi dan distribusi bantuan disalurkan."Seharusnya dibangun sistem garda nasional yang terdiri dari ribuan relawan yang terdiri dari paramedis, ahli logistik dan lainnya. Sehingga dalam 1,5 jam bencana dapat segera ditangani," nasehatnya.Relawan-relawan tersebut sebelumnya telah didaftarkan jauh-jauh hari disertai latihan dan simulasi. Selain itu gudang-gudang logistik dipersiapkan di bandara-bandara yang ada."Nanti bila terjadi bencana soal koordinasi dan komunikasi mudah dilakukan, karena telah tahu apa yang harus dilakukan," tuturnya.Nantinya, lanjut Effendy, bila ini sistem ini telah terbangun, para pejabat hanya tinggal memberi arahan. "Kunjungan presiden akan bermanfaat. Dia hanya memberi tahu kekurangan yang harus dilakukan," cetusnya. (atq/)


Berita Terkait