Kompolnas Sentil Penumpang Alphard yang Maki Kapolsek: Harusnya Sadar!

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Minggu, 08 Mei 2022 05:07 WIB
Tim Pencari Fakta (TPF) mengumumkan hasil investigasi soal testimoni Freddy Budiman di PTIK, Jakarta, Kamis (15/9/2016). Hasilnya, tidak ada aliran dana ke petinggi Polri seperti yang disebutkan Haris Azhar. Tetapi, ada temuan adanya aliran dana dari napi lain ke perwira menengah Polri.
Foto: Poengky Indarti (Rachman Haryanto)
Jakarta -

Kapolsek Sukaresik, Tasikmalaya, Iptu Asep Saepuloh dimaki dan dibentak penumpang mobil Alphard bernama Periyanto saat sedang bertugas. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) berharap pelaku, Periyanto, tak mengulangi lagi perbuatannya.

"Saya mengapresiasi Iptu Asep Saepuloh Kapolsek Sukaresik Tasikmalaya yang tetap melaksanakan tugasnya untuk melancarkan arus lalu lintas meski yang bersangkutan dimaki-maki. Saya juga mendukung kasus ini diselesaikan baik-baik dengan permintaan maaf dari pelaku yang memaki-maki. Saya berharap yang bersangkutan tidak mengulangi perbuatannya lagi," ujar Komisioner Kompolnas Poengky Indarti saat dihubungi, Sabtu (7/5/2022).

Poengky mengatakan seharusnya penumpang mobil Alphard itu paham bahwa perjalanan saat mudik dengan hari biasa berbeda. Apalagi saat arus balik lebaran, di mana kondisi jalanan pasti padat.

"Sudah umum diketahui dan harus dipahami bahwa pada masa arus mudik dan arus balik ini kondisi jalan sangat padat, sehingga konsekuensinya para pengendara dan penumpangnya harus dapat menerima jika perjalanan tidak selancar biasanya," tuturnya.

"Aparat kepolisian telah bekerja keras mengatur arus lalu lintas agar para pengguna jalan dapat melintas dengan aman dan selamat. Berbagai macam rekayasa lalu lintas dilakukan dengan tujuan kelancaran para pengguna jalan. Sehingga seluruh masyarakat pengguna jalan diharapkan sabar dan menaati aturan pihak kepolisian," sambung Poengky.

Poengky menjelaskan, penumpang mobil Alphard itu lupa dengan konsekuensi saat melakukan perjalanan arus balik. Jika tidak ingin menghadapi kemacetan dan tidak mau mengikuti arahan polisi yang melakukan rekayasa lalu lintas demi kelancaran, kata Poengky, sebaiknya warga tidak pergi dengan kendaraan darat saat arus balik.

Poengky menyentil Periyanto yang juga sebenarnya berperan dalam kemacetan yang terjadi. Dia mengingatkan bahwa polisi tidak beristirahat untuk melayani pengendara di jalanan.

"Yang bersangkutan seharusnya sadar bahwa dia turut andil dalam kemacetan. Dan seharusnya juga memahami bahwa aparat kepolisian yang bertugas mengatur kelancaran lalu lintas selama libur lebaran belum pernah beristirahat demi memenuhi tugasnya melayani masyarakat pengguna jalan," imbuhnya.

Seperti diketahui, Periyanto membentak polisi yang bertugas mengatur lalu lintas di simpang tiga Panyusuhan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (6/5), sekitar pukul 11.00 WIB.

Saat itu mobil Alphard pelat F yang ditumpangi Periyanto dialihkan dari simpang tiga Panyusuhan, Ciawi, belok kiri ke jalur Ciawi-Singaparna. Polisi melakukan pengalihan karena kondisi lalin sudah macet.

Mobil mewah warna hitam itu bersama ratusan mobil lainnya lalu belok kiri ke jalur Ciawi-Singaparna. Rupanya mobil itu tak melanjutkan ke Singaparna, namun memutar kembali.

Saat kembali tiba di pertigaan Panyusuhan, Periyanto mendapati arus lalin sudah tak lagi dialihkan. Pria ini lalu membuka kaca belakang, lalu marah-marah. Dia meminta semua pengendara dialihkan seperti yang menimpa dirinya.

Saksikan Juga: Sosok Desboy Pelindung Anak Jalanan Tanah Merah

[Gambas:Video 20detik]



(drg/idh)