ADVERTISEMENT

Seorang Balita Tewas Tenggelam di Kolam Renang Depok

Nahda Rizki Utami - detikNews
Sabtu, 07 Mei 2022 18:12 WIB
Ilustrasi penemuan mayat bayi (Dok detikcom)
Foto: Ilustrasi penemuan mayat bayi (Dok detikcom)
Depok -

Seorang bocah berinisial MI (4) tewas tenggelam di kolam renang tempat wisata Taman Herbal Insani, Depok. MI tenggelam di kolam dewasa.

"Kalau kita lihat kronologi ya masing-masing saya lihat dari CCTV kita juga tidak menginginkan seperti ini sebenarnya. Ada sebenarnya penerobosan dari pagar. Antara kolam anak-anak dengan kolam dewasa itu kita sudah pagar," kata Manager Pengembang dan Pengawas Internal Taman Herbal Insani Hendro kepada wartawan, Sabtu (7/5/2022).

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (6/5) pukul 11.30 WIB. Dia mengatakan kedalaman kolam untuk dewasa sekitar 1,2 meter.

"Iya di kolam dewasa (tenggelamnya). Kalau kolam dewasa kami itu kedalamannya sekitar 1,2 meter," ujarnya.

Kapolsek Bojongsari, Kompol Syahroni, mengatakan pihaknya sedang menyelidiki kejadian itu. Polisi telah memasang garis polisi dan menutup sementara tempat wisata Taman Herbal Insani.

"Di kejadian itu terjadi sekira hari Jumat kemarin sebelum salat Jumat pukul 11.30 WIB. Nah di situ korban MI datang ke kolam bersama keluarga dalam hal ini saksi 1, ibunda dari korban. Namun, di jam 11.30 WIB itulah korban tenggelam di kolam Taman Herbal itu," jelas Syahroni.

"Lanjut ada warga yang melaporkan, menginformasikan kepada kami Bojongsari, kami reksrim dan tim olah TKP kami langsung ke lapangan. Langsung saya perintahkan kemarin ke tim untuk lakukan police line," imbuhnya.

Syahroni mengatakan MI sempat mendapatkan tindakan medis di rumah sakit. Namun sayangnya, nyawa MI tidak tertolong.

"Sempat menambat tindakan medis di rumah sakit daerah Parung," ujar Syahroni.

Polisi juga telah melakukan pemeriksaan. Sejauh ini, ada delapan orang saksi yang telah diperiksa.

"Kita masih lakukan pemeriksaan. Ada delapan. Besok ada tiga. Delapan itu lifeguard-nya, besok tiga karyawannya," kata Syahroni.

Syahroni menyebut delapan orang itu tidak mempunyai kompetensi sebagai penjaga kolam renang. Mereka tidak mempunyai bukti sertifikasi sudah menjalani pelatihan sebagai penjaga kolam renang.

"Alangkah terkejutnya bahwa lifeguard-nya tidak punya kompetensi. Mereka tidak punya kompetensi sebagai lifeguard. Bukti otentik, sertifikasi, segala macam yang menyatakan mereka sudah melaksanakan pelatihan sebagai lifeguard itu tidak ada," jelas Syahroni.

Syahroni menyebut ada unsur kelalaian dalam kasus ini. Polisi menyelidiki kasus ini dengan Pasal 359 tentang kelalaian dengan ancaman hukuman 5 tahun.

"Iya betul. Ini ada unsur kelalaian. Sementara kita tetapkan dengan Pasal 359 karena kelalaian yang ancaman hukumannya sampai 5 tahun," ujarnya.

Simak juga 'Lepas dari Pengawasan, Seorang Anak Nyaris Tenggelam di Pantai Padabumi':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT