Jalur arteri di Lingkar Tanjungpura, Karawang Timur, siang ini mulai ramai dilalui pemotor yang baru saja melakukan perjalanan mudik. Di pinggir jalan sejumlah pemotor membagikan pengalaman mudik Lebaran mereka tahun ini.
Erni, salah satunya. Dia bersama suami dan anaknya pada Sabtu (30/4) berangkat dari Jakarta Barat dan tiba di Cilacap, Jawa Tengah, pada Minggu (1/5) sore. Tahun ini pertama kalinya dia sekeluarga mudik menggunakan motor.
"Ini baru pertama kali, kemarin-kemarin naik mobil. Baru kali ini naik motor. Saudara banyak yang bilang 'udah naik motor aja'. Biar lebih cepet dan di kampung jadi ada kendaraan," kata Erni ditemui di lokasi, Sabtu (7/5/2022).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam perjalanan mudik pertama kali menggunakan motor, serangkaian strategi telah disiapkan agar aman. Dia dan suaminya beristirahat sejenak tiap dua jam sekali.
"Tidurnya di masjid, di tempat makan. Pokoknya secapeknya istirahat sih," ujar Erni.
Erni mengaku perjalanan mudiknya ke Cilacap menggunakan sepeda motor terasa lancar. Dia tidak merasakan adanya kemacetan parah selama perjalanan mudik menggunakan sepeda motor.
"Tahun ini nggak macet. Kalau mobil macet ya, kalau motor nggak, lancar aja. Selap-selip lancar aja. Lama karena tiap dua jam sekali istirahat," tuturnya.
Bisa sambil kulineran, bisa disimak di halaman selanjutnya.
Bisa Sambil Kulineran
Beda cerita datang dari Umar, warga Bekasi. Umar dan istrinya pada Kamis (28/4) berangkat mudik menggunakan sepeda motor ke Kuningan, Jawa Barat.
"Biasanya rental, mobil cuma sekarang kan banyak yang mudik, jadi penuh gitu rental. Ini mudik naik motor pertama kali berdua," katanya.
Hari ini Umar dan istrinya kembali pulang ke Bekasi. Dia berangkat dari Kuningan pukul 07.00 WIB.
Umar pun mengaku tidak menemui kemacetan parah selama melakukan perjalanan mudik menggunakan sepeda motor. Bahkan dia mengaku tiap kota yang dia lewati disempatkan untuk berwisata kuliner.
"Iya, tiap kota kita istirahat dulu, kuliner dulu. Lewati Karawang, Subang, Indramayu, Cirebon, baru Kuningan," katanya.
Erni dan Umar merupakan segelintir dari jutaan warga yang bisa pulang kampung di momen Lebaran tahun ini. Keduanya pun merasa bersyukur bisa kembali melakukan kegiatan yang dianggap seperti ritual oleh masyarakat Indonesia itu.
"Happy, senang bisa pulang kampung ketemu keluarga, bisa jalan-jalan di sana," pungkas Umar.