Kakorlantas: Mohon Tak Masuk Rest Area yang Penuh, Kecuali Betul-betul Lelah

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 06 Mei 2022 18:31 WIB
Kakorlantas cek persiapan arus balik one way Tol Kalikangkung-Cikampek, Kamis (5/5/2022)
Kakorlantas mengecek persiapan arus balik one way Tol Kalikangkung-Cikampek, Kamis (5/5/2022). (Foto: dok. Humas Polda Jateng)
Jakarta -

Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi memohon kepada pemudik agar tak berkeras masuk ke rest area yang sudah padat pengunjung serta kendaraan. Firman menyebut perilaku pemudik seperti ini masih menjadi evaluasi pihaknya.

"Kepada masyarakat pemudik yang akan balik, mohon bantuan dan kerja samanya tentang pemanfaatan rest area. Tolong," kata Firman di Gerbang Tol Kalikangkung, Jawa Tengah (Jateng), pada Jumat (6/5/2022).

"Evaluasi beberapa hari ini, ketika kami sudah sampaikan penuh, silakan untuk dilanjutkan dulu perjalanannya," imbuh dia.

Firman menuturkan pengemudi yang benar-benar kelelahan masih ditoleransi ketika memaksakan diri masuk rest area.

Dia menjelaskan antrean masuk rest area saat arus kendaraan padat menyebabkan laju kendaraan melambat. Hal ini dapat membuat kemacetan.

"Kecuali yang betul-betul lelah, jangan dipaksakan. Supaya kendaraan yang ada di belakangnya bisa tetap melaju dengan waktu tempuh yang bisa dengan lebih baik, tidak terlalu lama di jalan raya," ucap Firman.

Kemarin (Kamis, 5/5), Firman Shantyabudi juga mengungkap letak rest area di dua ruas jalan arah berlawanan menjadi kendala polisi saat hendak menerapkan rekayasa lalu lintas lawan arus atau contraflow.

"Tidak bisa contraflow itu kalau rest area berhadap-hadapan," kata Firman dalam keterangan audio yang diterima detikcom dari Divisi Humas Polri.

Firman meminta pengelola jalan tol memperhatikan hal tersebut. "Mungkin ini evaluasi kita ke depan. Kepada pengelola jalan tol, kalau membuat rest area, jangan berhadap-hadapan," imbuh dia.

Firman lalu menyoroti rest area yang letaknya berhadapan, yang dilengkapi jembatan penghubung atau skybridge. Firman menuturkan, jika pengendara berhenti di rest area tersebut, kemudian memarkirkan kendaraannya dalam waktu lama, bisa terjadi penumpukan di rest area.

"Kemarin ada yang kita lihat ada skybridge-nya tuh. Kalau lapangan parkirnya di belakang luas, moga-moga cukup. Namun, ketika badan jalan digunakan (untuk parkir pengunjung rest area), ya di jalur A tidak bisa contraflow, jalur B tidak bisa contraflow. Ini kerugiannya," terang Firman.

Lihat juga video 'Arus Balik, Jalur One Way dari GT Cikatama Terpantau Macet':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikutnya.