Banyak Data Korban Tewas di Klaten Terduplikasi
Rabu, 31 Mei 2006 19:20 WIB
Yogyakarta - Data korban tewas di Kabupaten Klaten akibat gempa masih simpang siur. Data terakhir yang beredar jumlah korban tewas di Klaten di atas 1.000 orang. Setelah dicek, ternyata banyak data korban tewas yang terduplikasi. Penghitungan kembali pun dilakukan. Dan akhirnya, jumlah korban tewas di Klaten menyusut. Data terakhir yang masuk ke Satkorlak Provinsi DI Yogyakarta sebanyak 964 orang. Duplikasi ini terjadi karena adanya kesalahan teknis tentang pendataan korban meninggal dari laporan rumah sakit yang ternyata dihitung ulang di kecamatan. Akhirnya, sedikitnya ada 75 korban tewas yang tercatat dua kali, sehingga angka kematian korban gempa berkekuatan 5,9 SR itu pun meningkat terlalu jauh."Ini-lah yang harus diluruskan. Telah terjadi duplikasi data korban meninggal di kota Klaten. Kemarin terjadi lonjakan korban meninggal yang terlalu jauh. Ternyata yang telah tercatat di rumah sakit dicatat kembali di kecamatan," ungkap Agus Salim, Kepala Pusat Informasi Perekonomian Yogyakarta ketika di temui di kantor Satkorlak Jl. Malioboro Yogyakarta, Rabu (31/5/2006).Penyaluran dana tunjangan ke keluarga yang berduka hingga kini masih belum dilaksanakan. Satkorlak yang bekerjasama dengan pemerintah harus menemukan data korban meninggal dengan jelas.Ini dilaksanakan agar pemberian bantuan tepat sasaran. Menurut dia, satu-satunya data yang akan dipegang Satkorlak adalah dari PMI agar tidak terjadi penghitungan ulang dan jumlah yang berlipat semakin tinggi."Angka korban masih lari-lari. Pemberian tunjangan pasti dilaksanakan jika nama korban telah ditemukan. Harus real namanya. Bantuan sudah sangat dekat tapi takutnya yang benar-benar menjadi korban malah tidak dapat santunan," tandas Agus Salim.
(asy/)











































