RS di Yogya Berangsur Normal
Rabu, 31 Mei 2006 18:41 WIB
Yogyakarta, - Memasuki hari kelima pascagempa DIY-Jateng, aktivitas beberapa rumah sakit (RS) di Yogyakarta mulai berangsur normal. Jika pada hari-hari pertama di DIY enggan menerima pasien baru karena overload korban gempa, saat ini kondisi rumah sakit perlahan mulai terlihat bersih dari korban-korban gempa.Berdasarkan pengamatan detikcom pada Rabu (31/5/2006) sore, setidaknya di 3 rumah sakit besar seperti RS Bethesda, RS Panti Rapih dan RS Sardjito, arus pasien korban gempa mulai berkurang. RS Bethesda dan RS Panti Rapih saat ini sudah kembali membuka polikliniknya. Saat gempa terjadi, poliklinik ditutup karena tenaga medis berkonsentrasi membantu para korban gempa. Sementara kesibukan lebih terlihat di RS Sardjito. Rumah sakit ini merupakan satu-satunya rumah sakit DIY yang memiliki ruang pendingin jenazah. Beberapa jenazah yang belum sempat diambil keluarganya biasanya dititipkan di sini.Informasi terakhir yang diterima detikcom, jumlah pasien yang masuk dari pukul 00.00 WIB di RS Sardjito hingga sore ini sebanyak 106 korban. Di RS Panti Rapih korban rawat inap sebanyak 327 orang, dan sebanyak 556 korban sampai berita ini diturunkan masih dirawat di RS Bethesda.
(nrl/)











































