Palembang Juga Banjir Pengumpul Sumbangan Jalanan
Rabu, 31 Mei 2006 18:11 WIB
Palembang - Seperti halnya Jakarta, hampir di setiap persimpangan lampu merah di Palembang ditemui para pengumpul sumbangan untuk bencana gempa di Yogyakarta dan Jawa Tengah.Aksi ini dilakukan antara lain dari komunitas suporter sepakbola, mahasiswa, partai politik, LSM, pemuda kampung, hingga organisasi artis dangdut, yang dimulai hari ini, Rabu (31/5/2006).Namun aksi para pengumpul sumbangan ini membuat para pengamen atau anak jalanan merasa terganggu."Kami susah ngamen, banyak nian yang minta sumbangan buat gempa bumi itu," keluh Didi, seorang pengamen di persimpangan lampu merah Polda Sumsel.Sementara anak-anak jalanan yang mengemis, meskipun tidak protes secara langsung, mereka tampak lesu dan tidak bergairah melihat wilayah kerja mereka diambil alih para pengumpul sumbangan.Perempatan lampu merah yang dipenuhi pengumpul sumbangan antara lain persimpangan lampu merah Polda, Kenten, Charitas, Kampus, Bundaran Air Mancur, Kuto, Lemabang, Kertapati, Radial, Bukitkecil, Jakabaring, Bukitbesar, dan Merdeka.Aksi para pengumpul sumbangan ini juga dilakukan di pusat-pusat perbelanjaan seperti di International Plaza, Palembang Mall, Ilir Barat Permai, Palembang Trade Center, dan Palembang Square.Sementara warga di kampung-kampung juga tidak mau ketinggalan. Mereka membuat posko bantuan, sama seperti yang dilakukan sejumlah kantor pemerintah seperti di Kantor Gubernur Sumsel.Para pengendara dan pengguna jalan sebagian merasa terganggu dengan aksi para pengumpul sumbangan itu."Bukannya kami tidak mau membantu, tapi ini membuat kemacetan. Sebaiknya pemerintah menertibkan pola pengumpulan sumbangan seperti ini. Saudara kita di Yogyakarta dan Jawa Tengah harus dibantu, tapi sedikit profesionallah, jangan seperti ini," cetus Kasim, warga Kenten Palembang.
(sss/)











































