Sejak 27 Mei, Yogya Digoyang Gempa 958 Kali
Rabu, 31 Mei 2006 17:52 WIB
Jakarta - Gempa susulan masih terus terjadi di Yogyakarta hingga 14-20 hari ke depan. Sejak 27 Mei hingga pagi tadi, sudah tercatat gempa sebanyak 958 kali.Demikian disampaikan Kepala Bidang Gempa Bumi Badan Meterologi dan Geofisika (BMG), Suharjono, kepada detikcom, Rabu (31/5/2006)."Gempa susulan yang sering terjadi ini skalanya tidak akan melebihi gempa utama. Biasanya hanya terdeteksi oleh seismograf (alat pencatat gempa). Kalau pun dirasakan warga, kekuatannya di bawah 2 SR," papar Suharjono.Menurut data pukul 05.00 WIB tadi, sejak 27 Mei hingga pagi tadi tercatat lebih 958 gempa terjadi di Yogyakarta dan sekitarnya. Gempa-gempa susulan ini adalah fenomena wajar. "Gempa yang terjadi adalah gempa tektonik, artinya ada patahan. Jadi untuk menuju pada kesetimbangan butuh pelepasan energi kecil-kecil, melalui gempa susulan itu," tambah Suharjono.Dia mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir dengan gempa susulan. Justru yang harus diperhatikan adalah bangunan yang ada di sekitar warga."Akibat gempa utama, banyak bangunan kalau pun tidak roboh tapi rentan roboh, jadi bisa saja dengan sedikit goyangan langsung ambruk," cetus dia.Teknologi Akan GempaSementara itu Kepala BMG, Sri Woro dalam pesan singkatnya pada detikcom, mengatakan berdasar pendapat para ahli geofisik BMG, belum ada teknologi yang bisa diterapkan untuk mengidentifikasi datangnya gempa."Di negara mana pun belum ada," tegas Sri Woro.Ditambahkan dia, yang sudah ada adalah teknologi untuk merekam gempa-gempa susulan yang terjadi atau sedang terjadi. "Gempa adalah masalah alam, jadi tidak terlalu mudah untuk mengetahui kepastiannya," tandasnya.Dia menilai, BMG telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Sebab begitu gempa di Yogya terjadi, 7 menit kemudian sudah bisa diketahui berapa skala gempanya.
(nvt/)











































