Pengungsi Korban Gempa di Sukoharjo Juga Terlantar
Rabu, 31 Mei 2006 17:25 WIB
Sukoharjo - Korban gempa di Sukoharjo, Jawa Tengah, hingga memasuki hari keempat pasca kejadian juga masih terlantar seperti korban di daerah lain. Mereka mengungsi tanpa ada bantuan apa pun dari pemerintah. Anehnya bupati setempat mengaku seluruh warganya tidak ada yang mengungsi karena gempa. Di Kabupaten Sukoharjo terdapat 1.804 rumah yang rusak, 897 unit di antaranya rusak parah atau roboh. Sedangkan korban jiwa di kabupaten ini 'hanya' terdapat satu korban tewas dan 38 orang lainnya luka-luka. Daerah yang paling parah adalah di Kecamatan Nguter dan Weru. Di Desa Tegalsari misalnya, terdapat 158 unit rumah yang roboh. Banyak warga yang mengungsi di tenda-tenda darurat yang mereka dirikan sendiri. Tidak ada uluran tangan dari pemerintah untuk hal tersebut hingga saat ini. Di di Dusun Josari, Tegalsari, seluruh bangunan rumah roboh maupun rusak parah sehingga benar-benar tidak ada yang dapat ditinggali lagi. Mereka membuat tenda dari kain terpal di tengah jalan kampung. Selain tidak ada bantuan tenda maupun perlengkapan tidur, bantuan pangan juga tidak dikucurkan oleh pemerintah kepada mereka. Ny Sayidah, warga Josari, mengaku hingga saat ini dirinya merasa belum ada sedikit pun bantuan berupa apa pun yang sampai kepadanya. Kenyataan ini berbeda dengan pernyataan Bupati Sukoharjo, Bambang Riyanto. Kepada detikcom, Senin malam, Bambang mengatakan di daerahnya memang terdapat ratusan rumah yang roboh akibat gempa hari Sabtu lalu, namun bencana itu telah teratasi dengan baik oleh pihak Pemkab. "Tidak ada pengungsian di Sukoharjo. Semua korban yang rumahnya roboh untuk sementara menumpang di rumah tetangga atau kerabatnya karena memang di setiap desa di Sukoharjo, kerusakan bangunan rumah tidak menyeluruh sehingga masih ada yang utuh," ujar Bambang. Karenanya dia menjamin tidak akan ada rakyatnya yang terlantar dan kelaparan akibat gempa tersebut. Bahkan dia berjanji akan segera menyediakan uang bantuan kepada seluruh korban untuk membangun kembali rumah mereka.
(nrl/)










































