Korban Gempa Klaten Makan Umbi dan Nasi Aking

Korban Gempa Klaten Makan Umbi dan Nasi Aking

- detikNews
Rabu, 31 Mei 2006 16:53 WIB
Klaten - Karena merasa belum pernah menerima bantuan apa pun dari pemerintah, para korban gempa di Kecataman Bayat, Klaten, meragukan bahwa pemerintah memang hendak memberikan bantuan kepada mereka. Untuk mengganjal perut, mereka makan umbi-umbian dan nasi kering. Di kecamatan ini kerusakan bangunan cukup merata. Enam desa mengalami kerusakan paling parah, hampir seluruh bangunan roboh. Keenam desa tersebut adalah Krakitan, Karbolo, Krikilan, Banyuurip, Dolon dan Negahan. Setiap ditanya apakah sudah ada bantuan pangan dari pemerintah, semua warga memberikan jawaban sama: belum. Mereka mengaku hanya mendapatkan makanan nasi segar atau mi instan jika ada perseorangan atau organisasi sosial yang datang membawa bantuan. "Yang dapat dipastikan, kami makan umbi-umbian yang kami cari sekitar tempat ngungsi atau makan sego aking," ujar Pak Bajang, warga Krakitan. Yang dimaksudnya sebagai sego aking adalah nasi yang telah dikeringkan lalu direndam air panas kemudian dimakan. Biasanya nasi diberikan kepada ayam. Hal serupa juga dikuatkan oleh pengakuan Suroto. Menurutnya, tidak pernah ada bantuan apa pun dari pemerintah hingga saat ini. Bahkan aparat desa maupun kecamatan setempat belum pernah mendata mereka untuk sekadar mengetahui siapa yang meninggal maupun yang sakit. Bagaimana mereka tidur? Bajang menjawab, "Kami tidur bersama di satu lokasi dengan atap terpal lebar. Tidak sedikit yang tidur sambil duduk atau berdiri. Setiap malam para pemuda berjaga-jaga karena sudah mulai kawanan pencuri yang memanfaatkan kondisi." Karena kondisi tersebut maka mereka mulai pesimistis dan bahkan meragukan adanya bantuan dari pemerintah untuk mereka. Bahkan dengan nada tinggi mereka menilai janji pemerintah memberikan bantuan dana untuk pendirian rumah, besar kemungkinan hanyalah omong kosong saja. "Rasanya tidak mungkin bantuan dana rumah itu benar-benar turun kepada kami. Paling-paling omong kosong saja. Bantuan pangan sekedarnya dalam kondisi kelaparan seperti ini saja tidak ada kok, malah janji bantuan untuk rumah. Kami tidak yakin janji pemerintah itu akan terwujud," ujar Suroto dengan nada ketus. (nrl/)


Berita Terkait