Gagal Angkut Barang, Perampok Aniaya Pembantu di Cimanggis

Gagal Angkut Barang, Perampok Aniaya Pembantu di Cimanggis

- detikNews
Rabu, 31 Mei 2006 15:24 WIB
Depok - Perampokan di siang bolong kembali terjadi. Kali ini peristiwa naas tersebut menimpa keluarga Budi Kusnadi di Perumahan Persada Depok, Cimanggis, Depok.Aksi tersebut berhasil digagalkan, tapi kawanan perampok ini tidak mau rugi. Mereka menganiaya Yanti, pembantu di rumah tersebut. Kondisi gadis hitam manis itu kini kritis di RS Bina Husada, Cibinong.Peristiwa tersebut terjadi pukul 12.30 WIB, Rabu (31/5/2006). Saat itu Yanti yang ditemani Bagas (4), putra kedua Budi Kusnadi, sedang menyetrika pakaian.Pintu pagar meski tertutup memang tidak dikunci. Kondisi ini dimanfaatkan dua perampok yang tampaknya sudah mengerti situasi di perumahan tersebut.Mereka lalu memasuki rumah yang terletak di Blok C5 itu. Namun langkah mereka terhenti begitu kepergok Yanti. Tanpa ampun, mereka mengayunkan benda keras, diduga martil atau linggis, ke muka dan kepala Yanti.Yanti langsung berlumuran darah. Darah tersebut sempat mengenai baju dua perampok itu.Bagas begitu mengetahui Mbak-nya dianiaya perampok mencoba lari ke luar rumah, namun sempat ditangkap perampok. Untungnya Bagas tidak dianiaya.Setelah berhasil melumpuhkan Yanti, perampok tersebut langsung kabur meninggalkan korbannya. Saat itu Yanti masih bisa berjalan ke carport. Sebelum jatuh pingsan, Yanti yang mukanya terluka parah sempat berteriak minta tolong.Teriakan gadis berusia sekitar 20 tahunan itu sempat didengar tetangga sebelah kiri korban, Ny Hutauruk. Namun saat ke luar rumah, Ny Hutauruk tidak menemukan sumber suara tersebut.Teriakan Yanti juga sempat terdengar tetangga lainnya, Ny Kusnadi yang rumahnya bersebelahan dengan rumah Ny Hutauruk. Ny Kusnadi sempat mencari sumber suara dan menemukan kondisi Yanti yang mengenaskan.Saat itu juga Ny Kusnadi menghubungi tetangga lainnya dan membawa Yanti ke RS Bina Husada di Cibinong yang berjarak sekitar 10 menit dari kompleks tersebut."Mukanya katanya penuh luka. Sewaktu Ibu Kusnadi ditelepon di rumah sakit, kondisi Yanti katanya kritis. Dokter bilang ada pendarahan di kepalanya," tutur Ny Wiwin saat dihubungi di lokasi kejadian.Sebetulnya peristiwa itu sempat diketahui oleh seorang tukang yang bekerja di rumah yang berhadapan dengan rumah korban. Tukang tersebut sempat mendengar dan melihat keributan.Namun dia mengira keributan tersebut terjadi antarsuami istri, sehingga dia tidak berusaha melerai. Bahkan ia sempat melihat dua perampok itu kabur.Perumahan yang terletak di Jalan Raya Tapos itu kalau siang hari memang sepi. Petugas keamanan hanya berjaga-jaga di pintu gerbang kompleks yang jaraknya cukup jauh dari lokasi kejadian.Apalagi Blok C5 terletak diujung kompleks. Di blok ini, maupun Blok C6 yang letaknya saling berhadapan, nyaris 90 persen penghuninya adalah karyawan kantoran. Demikian pula dengan pemilik rumah, Budi Kusadi dan istrinya yang bekerja di bilangan Jakarta Timur.Jadi, meski tinggal tiga rumah yang kosong dari 22 unit rumah yang ada, kalau siang praktis suasananya sepi sekali. Jarang ada orang yang lalu lalang.Peristiwa pencurian di kompleks ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya sudah ada tiga peristiwa pencurian, namun pencurinya hingga kini tidak berhasil dilacak. Hanya saja, pencurian dengan kekerasan baru terjadi kali ini. (umi/)


Berita Terkait