Ibu-ibu Demo Diskriminasi RS pada Warga Miskin
Rabu, 31 Mei 2006 14:49 WIB
Makassar -
Sekitar 100 orang ibu rumah tangga mendatangi Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Rabu (31/5/2006). Mereka mengadukan soal pelayanan kesehatan di rumah sakit yang masih diskriminatif terhadap warga miskin. Para ibu-ibu yang tergabung dalam Komite Perjuangan Rakyat Miskin Kota (KPRM) ini mendatangi Dinkes Sulsel sekitar pukul 09.30 Wita. Ibu-ibu yang sebagian besar membawa anak balita ini datang dengan mengendarai angkutan pete-pete. Mereka memprotes pencanangan pelayanan kesehatan gratis terhdapa warga miskin, yang dinilai masih diskriminatif. Pembagian Kartu Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin (JPKMM) yang diperuntukkan bagi warga miskin, sebagai bentuk dana kompensasi di bidang pendidikan akibat pengurangan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM), masih tidak merata. "Kami ingin mempertanyakan tentang warga yang tidak mendapatkan kartu JPKMM. Karena tidak semua warga miskin dapat. Pembagian JPKMM didasarkan pada data BPS soal penerima BLT. Padahal kan sudah diketahui bahwa pembagian BLT selama ini juga bermasalah. Kami sudah tidak dapat BLT, tidak dapat pula pelayanan kesehatan gratis," tutur Daeng Caya, salah seorang ibu rumah tangga. Selain itu, mereka juga mempermasalahkan sikap sejumlah rumah sakit yang masih ogah-ogahan memberikan pelayanan kesehtan gratis terhadap warga miskin. "Kalau orang kaya dilayani dengan baik. Kalau orang miskin, malah kadang ditolak dengan alasan macam-macam," terang Daeng Caya. Ibu-ibu ini lalu diterima oleh Wakil Kepala Dinas Kesehatan Makassar Assad Bustan dan Direktur Asuransi Kesehtan (Askes) Ruhaedah di Aula Dinkes Sulsel. Pun Assad lalu memberikan penjelasan seputar keluhan para pengunjuk rasa. Sekitar pukul 11.30 Wita, perdebatan antara para pengunjuk rasa dan Assad semakin memanas. Bahkan seorang ibu mengamuk dengan naik ke atas meja dan mencak-mencak sambil menunjuk-nunjuk Assad dan Ruhaedah. "Data BPS itu salah. Saya selama ini tidak dapat BLT, apakah saya juga tidak dapat kartu jaminan kesehtan gratis? Harusnya, Dinas Kesehatan melakukan pendataan ulang, jangan ikuti data BPS," keluh ibu itu. Perdebatan akhirnya mereda setelah Assad berjanji mendata para ibu-ibu yang belum mendapatkan JPKMM. Para pengunjuk rasa pulang kembali ke rumahnya masing-masing sekitar pukul 13.30 Wita.
(nrl/)










































