Nelayan Yogya Mulai Melaut
Rabu, 31 Mei 2006 14:34 WIB
Yogyakarta - Memasuki hari kelima setelah gempa, nelayan Pantai Depok, Parangtritis, Yogyakarta, mulai melaut. Tempat pelelangan ikan pun telah dibuka.Dua kapal sudah meninggalkan daratan Rabu (31/5/2006) pukul 06.00 WIB. Minimnya kapal yang melaut dikarenakan harga bensin yang meroket hingga Rp 10.000 per liter. Nelayan yang melaut ini kebanyakan adalah warga yang tinggal di sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mina Bahari 45 Depok, Parangtritis.Rumah warga di daerah tersebut tidak mengalami kerusakan akibat gempa 5,9 SR. Kerusakan terparah terjadi di Dusun Depok, Bungkus, Kretek, Bantul, Yogyakarta, yang mayoritas rumah warga rata dengan tanah."Kami memutuskan melaut hari ini setelah membantu warga yang rumahnya ambruk. Kami juga terbentur harga BBM mahal dan langka," kata Agus, salah seorang nelayan, kepada detikcom.Menurut dia, harga BBM melonjak menjadi Rp 10.000. Padahal biasanya harga bensin hanya Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per liter.Hingga pukul 13.00 WIB, sebuah kapal telah mendarat. Nelayan hanya mampu menangkap 6 ekor ikan dengan berat 30 kilogram. Padahal, sebelum gempa biasanya nelayan membawa hasil tangkapan mencapai 50 kilogram.WarungSuasana di TPI Mina Bahari 45 Depok Bantul masih sepi. Transaksi jual beli belum menggeliat.Ikan-ikan yang dijual pun merupakan stok lama sebelum gempa yang dikirim dari Pacitan dan Cilacap. Ikan tersebut tampak diberi es batu agar awet.Sementara itu, warung-warung di sepanjang Pantai Depok juga masih banyak yang tutup. Hanya 1 hingga 2 warung yang menyajikan aneka makanan dan pembakaran ikan yang menggelar dagangannya.Beberapa wisatawan lokal mulai singgah di pantai itu. Mereka tampak menyantap hidangan ikan bakar. Nyammmm.....
(aan/)











































