Tak Laku Karena Gempa, Mustam Gratiskan 600 Kg Daging Sapi
Rabu, 31 Mei 2006 13:15 WIB
Bantul - Haji Mustam tekor jutaan rupiah karena gempa 27 Mei lalu. Daging sapi jualannya mangkrak. Ketimbang tak terjual dan membusuk, daging sapi dagangannya itu pun dia sumbangkan kepada tetangga-tetangganya korban gempa."Jadi pas gempa, di sini malah makan daging sapi," kata Mustam saat ditemui di rumahnya, Desa Segoroyoso, Kecamatan Plered, Kabupaten Bantul, Rabu (31/5/2006).Desa Segoroyoso adalah sentra pemotongan ternak. Sejak gempa hingga kini, desa itu lumpuh total. Tidak ada aktivitas menyuplai daging ke seluruh pasar di Yogyakarta.Sebagian besar warga Desa Segoroyoso, bekerja sebagai pengusaha dan pedagang daging sapi dan tukang potong hewan ternak baik lembu, kuda, kambing, dan ayam. Salah satu pengusaha daging sapi adalah Haji Mustam.Dia menuturkan, sejak terjadi gempa sampai hari ini tidak ada pengusaha yang memotong ternak. Otomatis suplai daging di pasaran Yogya berkurang. "Kalau pun ada stok, itu berasal dari luar kota, misalnya Sleman, atau kota di Yogya yang tidak terkena bencana," jelasnya.Mustam menceritakan, pada 26 Mei malam dan 27 Mei subuh -- beberapa saat sebelum gempa -- ratusan pedagang dan penjual daging sudah mensuplai daging di sejumlah pasar. Namun ketika terjadi gempa, mereka langsung pulang ke rumah masing-masing.Bahkan ada beberapa pedagang yang mengembalikan daging kepada pengusaha. Pada Sabtu siang juga ada belasan ton daging sapi yang dikembalikan kepada pengusaha.Pengusaha yang juga didera sedih karena asetnya hancur digempur gempa, tentu tak tahu harus ke mana menjual dagangannya itu. Satu-satunya cara hanyalah membagikan gratis kepada para tetangga. Sehingga sesudah terjadi bencana, banyak warga yang makan berlauk mewah, yaitu daging sapi."Daging sapi itu saya bagikan gratis pada warga karena tidak bisa terjual," kata Mustam.Saat itu, Mustam yang cukup terpandang di desanya itu memotong 8 ekor lembu, dengan total 1,6 ton. "Ada sekitar 600 kg yang tidak termakan dan terjual, itu saya bagikan kepada tetangga," cerita Mustam.Dalam musibah gempa, rumah Mustam hancur. Namun ternak sapi tidak ada yang jadi korban karena dikandangkan di tempat semi terbuka. Yang menjadi masalah saat ini adalah pakan ternak yang langka.
(nrl/)











































