Opini 'Gempa Yogya' Sengsarakan Korban di Klaten
Rabu, 31 Mei 2006 12:57 WIB
Klaten - Penyebutan "Gempa Yogya" dan opini yang terbentuk setelahnya rupanya berdampak serius dalam penangangan dan bantuan terhadap korban. Korban di Klaten, Jawa Tengah jadi kurang mendapat perhatian, padahal kondisinya sangat mengenaskan.Ketua DPRD Jateng Murdoko menilai Klaten seperti dianaktirikan, baik dalam penanganan maupun dalam perhatian dari masyarakat maupun media.Bantuan dari organisasi massa (ormas), lanjut dia, banyak yang tertumpuk di Bantul, Yogyakarta karena korban jiwa terbanyak berada di kabupaten tersebut."Saya sudah melihat ke beberapa lokasi, korban di Bantul memang merata, namun tingkat kerusakan di Kecamatan Gantiwarno dan Wedi di Klaten jauh lebih parah," ujar Murdoko kepada wartawan saat melihat langsung kondisi lokasi gempa di Klaten, Rabu (31/5/2006)."Korban jiwa di Klaten mencapai hampir 2.000 orang, luka berat hampir 9.000 orang, dan kerusakan rumah belasan ribu unit. Itu bukan angka yang sedikit. Saya menyayangkan banyak pemkab di Jateng membuka posko batuan di Bantul, tetapi justru tidak terdapat posko serupa di Klaten," lanjutnya.Murdoko pun mendesak pemerintah lebih berimbang dalam memberikan perhatian terhadap seluruh kawasan yang terkena gempa. Organisasi-organisasi internasional dan ormas juga dihimbau ikut memikirkan korban di Jateng, khususnya Klaten yang dinilainya sangat terlantar.
(sss/)











































