Sambung Nyawa, Hubungi Siapapun yang Pernah Dikenal

Sambung Nyawa, Hubungi Siapapun yang Pernah Dikenal

- detikNews
Rabu, 31 Mei 2006 12:24 WIB
Klaten - Jangan kaget jika suatu saat HP Anda menerima SMS minta kiriman bantuan gempa Yogya. Bisa jadi itu dari kenalan lama Anda yang sedang berjuang menyambung nyawa.Mungkin saja Anda telah lupa-lupa ingat terhadap orang itu. Tapi yang jelas si pengirim masih ingat Anda dan butuh pertolongan.Korban gempa memang sudah mulai kelaparan dan belum menerima bantuan dari pemerintah.Untuk menyambung nyawa, mereka mengadu peruntungan, menghubungi orang-orang yang pernah dikenal yang tinggal daerah lain. Mereka hanya untung-untungan saja, siapa tahu ada yang tergugah untuk menyumbang."Saya dan keluarga saya menghubungi siapapun yang pernah kami kenal dan nomor telepon atau HP-nya masih kami ingat. Kami tidak bermaksud mengemis, kami juga percaya orang yang kami hubungi tidak akan menilai kami mengemis. Kami hanya menyambung nyawa," ujar Lolik, warga Birin, Mlese, Gantiwarno, Rabu (31/5/2006).Hal serupa juga dilakukan warga yang lain. Ada SMS yang berisi pesan meminta kiriman bantuan susu untuk anaknya, ada yang minta kiriman nasi dan mie instan, ada pula yang mengirimkan pesan minta dikirimi perlengkapan khusus perempuan.SMS juga ada yang berisi nomor rekening. Mereka meminta sumbangan dikirim lewat rekening untuk pembangunan tempat ibadah maupun rumah pribadi.Tapi yang pasti, si pengirim SMS menyebutkan nama dengan jelas, sambil berharap si penerima SMS ingat padanya dan bersedia menolong, sehingga si penerima SMS tidak merasa mendapat SMS dari penipu.Reaksi penerima SMS pun cukup menggetirkan. Seringkali ada yang terpekik, menangis sejadi-jadinya, bahkan ada yang pingsan dengan perasaan campur aduk tidak karuan."Sejak Sabtu saya berusaha menghubungi dia (pengirim SMS), tapi selalu tidak tersambung. Tiba-tiba ada SMS darinya minta bantuan pangan. Saya senang dia sekeluarga selamat, namun sangat sedih mengetahui kondisinya. Dia teman saya waktu kuliah dulu," papar Priyanto, warga Solo.Indri, warga Karanganyar, langsung pingsan begitu menerima SMS dari teman akrabnya dari Bayat, Klaten. SMS yang masuk berisi pesan bahwa seluruh bangunan rumah milik keluarga temannya itu ambruk. Ibu si teman itu meninggal tertimpa bangunan yang roboh. Saat ini mereka sedang kelaparan."Kami sangat akrab. Saya dan teman-teman sering datang dan menginap di rumahnya. Almarhum ibunya sangat sayang kepada kami. Saya tidak bisa membayangkan kondisi mereka saat ini. Saya sudah menghubungi beberapa teman untuk mengumpulkan bantuan ala kadarnya," ujar Indri lirih.Respons Agus, warga Kabupaten Sragen, lain lagi. Dia menerima SMS serupa dari Klaten, lengkap dengan nama dan alamat pengirim. Dia merasa asing dengan nama itu dan memutuskan untuk membalas SMS menanyakan apakah sebelumnya pernah kenal atau bertemu."Dalam SMS itu jelas menyebut nama saya. Lalu dia menjawab pernah bertemu di bus dalam perjalanan ke Jakarta empat tahun lalu. Saya ingat waktu itu dia meminta nomor kontak saya. Akhirnya saya mengumpulkan pakaian pantas pakai dan bahan pangan dan sudah kami kirim ke lokasi. Ketika bertemu bahkan kami sudah saling lupa wajah masing-masing," kisah Agus. (sss/)


Berita Terkait