Pintu Lava Merapi Melebar
Rabu, 31 Mei 2006 12:03 WIB
Yogyakarta - Usai disenggol gempa, intensitas Gunung Merapi kian meningkat. Kini, lava pijar sering terlihat mengalir ke banyak arah, terutama barat, tenggara dan selatan pada saat yang bersamaan. Pemantauan dari Pos Merapi di Kaliurang, Sleman melihat fenomena tersebut.Rabu (31/5/2006) pukul 03.10 WIB, Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang seolah menyebar ke segala arah. Terlihat sebaran lava pijar meluncur ke arah hulu Kali Krasak sejauh 2,5 km, ke hulu Kali Boyong 2,5 km, ke hulu Kali Senowo 2,5 km, ke hulu Kali Sat 2,5 km, ke hulu Kali Bebeng 2,5 km dan ke hulu Kali Gendol juga 2,5 km.Terkait hal ini, sebelumnya, Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta juga menyatakan bahwa pintu keluar aliran awan panas Merapi meluas akibat makin tingginya intensitas keluarnya awan panas pasca gempa 5,9 Skala Richter yang menerpa Yogyakarta.Dan memang, senafas dengan lava pijar, intensitas awan panas atau yang oleh penduduk lokal disebut wedhus gembel juga naik. Selama hari ini saja, sampai dengan pukul 06.00 WIB, sudah muncul 11 kali awan panas. Tujuh kali mengarah ke Kali Krasak sejauh 2,5 km, dan 4 kali ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur 2 km.Luncuran awan panas yang lebih besar terjadi kemarin, Selasa (30/5/2006). Merapi diketahui sempat memuntahkan awan panas ke Kali Krasak sejauh 3,5 km. Data kegempaan untuk hari ini lainnya, asap sulfatar diketahui membumbung hingga 700 meter, dan telah terjadi gempa tektonik sebanyak 24 kali.Sementara, secara visual, kondisi Gunung Merapi sampai dengan pukul 12.00 WIB, masih ber-longdress ria, alias tertutup kabut tebal dari kaki hingga pucuk gunung.
(asy/)











































