Penderita Hidrosefalus Anak Penjual Tempe Butuh Fisioterapi, Kamu Bisa Bantu

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 01 Mei 2022 19:47 WIB
Denda Setiawan adalah penderita hidrosefalus sekaligus anak seorang penjual tempe. Keterbatasan fisik tidak menghalangi semangat hidupnya. Yuk, bantu Denda.
Penderita Hidrosefalus Anak Penjual Tempe Butuh Fisioterapi, Kamu Bisa Bantu (Foto: berbuatbaik.id)
Jakarta -

Lamat-lamat lantunan salawat nabi terdengar dari rumah berbilik bambu di Kampung Cikoleang, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, Jabar. Rupanya pemilik syahdu itu tak lain adalah Denda Setiawan (9) dan ibunya, Rani (39). Namun tidak seperti anak biasanya, Denda hanya tiduran karena kepalanya membengkak sebab penyakit hidrosefalus.

Kondisi ini berawal dari penumpukan cairan berlebihan di rongga otak Denda saat berusia 5 bulan. Rani pun begitu lapang dadanya bahkan berharap suatu saat Denda bisa menjadi hafiz.

"Kadang capek, kadang lelah. Tapi dia membawa semangat. Anaknya itu suka ngingetin baca salawat. Dia ingetin terus dan kita baca bareng. Abis sembahyang juga nyuruh ibu baca doa. Kadang ada putus asa, tapi kalo dipikir pikir kan harus tetap semangat. Kalau ibu putus asa, dia juga keliatan nggak semangat. Kalau ibu semangat, dia juga semangat," jelas Rani mencoba tegar kepada tim berbuatbaik.id

Denda adalah anak penderita hidrosefalus. Meskipun demikian, ia semangat mempelajari Alquran dan mengingatkan ibunya untuk terus berdoa dan jangan putus asa.Denda Foto: berbuatbaik.id

Kondisi Denda membuat dirinya diharuskan kuat dan tegar. Syukurnya kondisi Denda semakin membaik, bobot tubuhnya naik dan tidak ada penurunan kesehatan. Sebelumnya, Denda harus melewati masa kritisi sesaat dia dilahirkan. Bahkan saudara kembarnya meninggal dunia.

"Yang satu dibawa pulang meninggal, yang satu kritis. Ibu sampai nggak bisa bayangin. Makanya sekarang Denda gini ibu bersyukur. Dulu dia kejang-kejang. Pengen dia bisa duduk di kursi roda. Kalo nggak bisa nggak apa-apa disyukuri aja. Bersyukur dulu Denda badannya kecil. Sekarang gemuk. Dan sudah lebih baik. Waktu kecil kan dia kritis masuk ICU (Intensive Care Unit). Sekarang sudah bersyukur," sambungnya.

Rani juga harus membantu keluarga menopang ekonomi keluarga sebab suaminya hanya seorang penjual kue di Jakarta. Baru pulang setiap beberapa minggu sekali. Oleh karena itu, Rani pun menjual tempe keliling kampung. Terkadang tempe yang dia ambil tak sepenuhnya laku. Kalau sudah begini biasanya tempe itu dia masak untuk lauk di rumah.

Jika Rani sedang berjualan, Vita, kakak Denda, yang akan menjaga Denda. Vita adalah kakak keempat Denda yang tuna rungu. Meski kondisinya demikian, nyatanya Denda dan Vita bisa saling berkomunikasi dan tertawa bersama dengan bahasa isyarat.

dendadenda Foto: berbuatbaik.id

Sampai saat ini tidak ada pemeriksaan lebih lanjut terkait kondisi Denda. Rani mengaku terakhir memeriksa Denda pada bulan Maret lalu. Alasannya tidak ada biaya transportasi untuk menuju ke RSHS Bandung.

Dokter Mirna Sobana SpBS(K)m M.Kes yang merupakan Kepalada Divisi Bedah Saraf Anak RSHS Bandung menyatakan hidrosefalus Denda sudah tidak bisa dioperasi. Hal itu karena lingkar kepala Denda sudah berhenti dan dari hasil radiologi juga dinyatakan tidak ada pembesaran. Oleh karena itu, dokter menyatakan hidrosefalus Denda sudah alami keseimbangan.

Selain itu, pertumbuhan Denda tidak mengalami kemunduran sehingga indikasinya tidak operasi. Kendati demikian, dokter menyarankan agar Denda difisioterapi untuk membuat geraknya tidak kaku karena terus menerus berbaring dan tidak menggunakan kakinya.

Sahabat Baik, begitu bahagianya Rani jika Denda bisa semakin membaik dan bisa dibawa fisioterapi rutin ke rumah sakit. Apalagi orangtua Denda menimbun asa bisa membuat Denda menjadi hafiz.

Mari sahabat baik wujudkan harapan Denda dan buktikan bahwa keterbatasan Denda bukan menjadi penghalang Denda menjadi Hafiz untuk memuliakan orangtuanya. Cara sederhananya, yuk mulai Donasi lewat berbuatbaik.id CTARSA Foundation agar Denda bisa mendapatkan pelayanan kesehatan baik sekaligus meringankan beban orangtuanya. Caranya dengan klik LINK BERIKUT INI

Kabar baiknya, semua donasi yang diberikan seluruhnya akan sampai ke penerima 100% tanpa ada potongan. Kamu yang telah berdonasi akan mendapatkan notifikasi dari tim kami. Selain itu, bisa memantau informasi seputar kampanye sosial yang kamu ikuti, berikut update terkininya.

Jika kamu berminat lebih dalam berkontribusi di kampanye sosial, #sahabatbaik bisa mendaftar menjadi relawan. Kamu pun bisa mengikutsertakan komunitas dalam kampanye ini.

Yuk jadi #sahabatbaik dengan #berbuatbaik mulai hari ini, mulai sekarang!

(kny/imk)