Pesan Menag ke Umat Islam: Jaga Keamanan Menuju Masyarakat Moderat-Toleran

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Minggu, 01 Mei 2022 19:27 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (kiri) didampingi Wakil Menteri Agama Zainud Tauhid memberikan keterangan hasil sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1443 Hijriah di Kemenag, Jakarta, Jumat (1/4/2022). Dalam sidang isbat itu  pemerintah memutuskan 1 Ramadan 1443 Hijriah jatuh pada Minggu, 3 April 2022. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.
Foto: Menag Yaqut (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta -

Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1443 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri jatuh pada 2 Mei 2022. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Quomas menyampaikan pesan agar umat Islam di Indonesia tetap menjaga keamanan dan ketertiban demi terbentuknya masyarakat yang moderat dan toleran.

"Kami menyampaikan imbauan kepada seluruh umat Islam di Indonesia untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban menuju masyarakat yang moderat dan toleran dalam menjaga kesatuan republik Indonesia," kata Yaqut saat sidang isbat yang digelar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Minggu (1/5/2022).

Yaqut juga menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1443 Hijriah. Atas nama pribadi dan pemerintah, Yaqut menyampaikan permohonan maaf.

"Selaku menteri Agama dan mewakili pemerintah serta selaku pribadi, izinkan saya menyampaikan selamat Idul Fitri 1443 Hijriah mohon maaf lahir dan batin," ujarnya.

Seperti diketahui, Sidang isbat dihadiri terbatas secara fisik karena masih dalam kondisi pandemi Corona. Sejumlah undangan mengikuti sidang isbat secara online.

Sidang isbat dipimpin oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas. Sidang isbat juga dihadiri oleh pimpinan Majelis Ulama Indonesia, Komisi VIII DPR, ormas Islam, hingga ahli astronomi.

"Berdasarkan hisab posisi hilal seluruh Indonesia sudah di atas ufuk serta laporan hilal sudah terlihat. Secara mufakat tadi 1 Syawal 1443 Hijriah jatuh pada hari Senin tanggal 2 Mei 2022 Masehi," ujar Yaqut.

Keputusan itu diambil setelah mendengarkan paparan dari tim Tim Unifikasi Kalender Hijriah serta laporan rukyat dari seluruh Indonesia. Rukyat sendiri digunakan untuk konfirmasi terhadap hisab dan kriteria yang digunakan.

Sebagai informasi, penentuan awal Syawal kini mengikuti kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Imkanur rukyat dianggap memenuhi syarat apabila posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.

Kriteria ini merupakan pembaruan dari kriteria sebelumnya, yakni 2 derajat dengan sudut elongasi 3 derajat yang mendapat masukan dan kritik.

(dek/imk)