Bertahan di Merapi, Mbah Marijan Rasakan Getaran Gempa Lemah

Bertahan di Merapi, Mbah Marijan Rasakan Getaran Gempa Lemah

- detikNews
Rabu, 31 Mei 2006 10:53 WIB
Sleman - Meski Gunung Merapi makin meningkat aktivitasnya, namun juru kunci Merapi Mbah Marijan tetap bertahan di lereng Merapi. Saat gempa 5,9 SR mengguncang Sabtu 27 Mei lalu, Mbah Marijan hanya merasakan getaran yang tidak keras. Namun, Mbah Marijan sempat keluar rumah untuk menyelamatkan diri.Hingga Rabu (31/5/2006), Mbah Marijan tetap bertahan di rumahnya, Dusun Kinahrejo, Cangkringan, Sleman. Saat detikcom menemuinya sekitar pukul 10.00 WIB, Mbah Marijan tampak menemui tamu, wartawan dari media massa Prancis.Dengan pakaian sederhananya dan berpeci, Mbah Marijan tampak santai, seperti biasa. Ketika ditanya mengenai gempa dahsyat yang terjadi Sabtu lalu, Mbah Marijan mengaku juga merasakan getaran gempa. "Saya di sini merasakan getarannya hanya kecil," kata pria sepuh ini.Saat terjadi gempa, dirinya sedang menerima tamu. Oleh tamunya saat itu, Mbah Marijan segera diajak keluar rumah untuk menyelamatkan diri.Mbah Marijan sempat mengira gempa berasal dari Merapi. Namun setelah beberapa saat kemudian, Mbah Marijan mendapat informasi bahwa gempa berasal dari Kabupaten Bantul.Syukurlah, gempa itu tidak membuat rusak rumah-rumah Mbah Marijan dan para tetangganya. Rumah Mbah Marijan masih tampak kokoh, tidak ada kerusakan sama sekali. Genting rumahnya pun aman-aman saja.Tentang gempa di Yogya ini, Mbah Marijan berharap Tuhan tidak memberi banyak-banyak. "Semoga gempa ini sedikit saja, jangan banyak-banyak. Kalau banyak, bisa bikin stres," ujar dia. (asy/)


Berita Terkait