India Ancam Pecat Ratusan Dokter yang Mogok Kerja

India Ancam Pecat Ratusan Dokter yang Mogok Kerja

- detikNews
Rabu, 31 Mei 2006 09:53 WIB
New Delhi - Pemerintah India mengancam akan memecat ratusan dokter pemerintah yang terus-terusan melakukan aksi mogok kerja. Aksi mogok itu telah berlangsung selama dua pekan.Mahkamah Agung India menyerukan para dokter untuk menghentikan aksi mereka demi kepentingan para pasien. Demikian seperti diberitakan kantor berita Associated Press, Rabu (31/5/2006).Para dokter itu memprotes rencana pemerintah untuk menambah tempat bagi kaum Hindu berkasta rendah dan etnis minoritas di universitas dan profesi tertentu.Selain dokter, puluhan ribu mahasiswa kedokteran dan programer muda, insinyur dan para bankir telah ikut menentang rencana tersebut. Sebagian dari mereka bahkan melakukan aksi mogok makan.Rencana pemerintah itu akan meningkatkan kuota untuk mahasiswa dari kasta rendah di lembaga pendidikan medis milik negara serta kampus-kampus profesional lainnya dari semula 22,5 persen menjadi 49,5 persen.Para pendukung rencana tersebut beranggapan, kebijakan ini akan menghapuskan penekanan yang telah berabad-abad dan diskriminasi yang terus berlangsung terhadap kaum Hindu kasta rendah. Namun menurut para pengkritik, kaum kasta rendah tidak perlu diberi tempat tambahan dalam kesempatan kerja dan sekolah.Aksi mogok ini telah melumpuhkan layanan kesehatan di rumah sakit pemerintah di beberapa kota di India. Kini, pemerintah India mengancam akan memberhentikan para dokter yang berdemo. Pemerintah akan mulai merekrut dokter-dokter baru pada Rabu 31 Mei ini.Demikian disampaikan Menteri Kesehatan India Anbumani Ramadoss. “Kita telah mengeluarkan tenggat waktu selama dua pekan. Sikap mereka tidak masuk akal. Jika mereka tidak bekerja, maka mereka akan diberhentikan dari tugas,” tegasnya.Dikatakannya, para dokter yang berdemo tidak akan digaji. “Dokter punya hak untuk berekspresi, tapi bukan selama jam kerja,” tandasnya. (ita/)



Berita Terkait