Trauma Gempa, Harus Menari Masuki Rumah
Rabu, 31 Mei 2006 09:07 WIB
Jakarta - Masuk rumah sambil menari mungkin aneh. Tapi itulah yang dilakukan keluarga Purwadi, warga Bantul yang rumahnya ikut digoyang gempa. "Ning nong ning gung," dendang Purwadi.Hal aneh ini harus dilakukan karena putri semata wayang Purwadi yang berusia 6 tahun trauma dengan gempa yang melanda Yogyakarta dan sekitarnya 27 Mei lalu."Waktu gempa, aku nggak di rumah, soalnya aku lagi ke Kudus. Anakku sama ibunya. Dia takut banget waktu itu, jadinya sekarang dia takut kalau mau masuk rumah mana pun," ungkap Purwadi dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (31/5/2006).Mengingat putri kecilnya senang menari, maka Purwadi mengajaknya menari tiap kali masuk ke suatu rumah. Mulutnya pun tak berhenti berdendang menirukan suara alat musik. Hal ini dilakukan agar ketakutan putrinya teralihkan.Rumah Purwadi sendiri 60 persen mengalami kerusakan. Tembok rumahnya retak-retak. Tiap malam dia dan keluarganya harus rela tidur di tenda."Tapi moga-moga dia segera sembuh dari trauma itu. Lha enggak lucu tho, masak harus nari dulu kalau mau masuk rumah. Ntar dikira wong edan (orang gila)," cetus dia.
(fay/)











































