Warga Bantul Tagih Janji Pemerintah Soal Rehab Rumah

Warga Bantul Tagih Janji Pemerintah Soal Rehab Rumah

- detikNews
Rabu, 31 Mei 2006 07:10 WIB
Bantul - Ribuan warga Bantul mengharapkan bantuan pascagempa terutama untuk membangun kembali rumah mereka yang ambruk. Warga saat ini masih bertahan di depan reruntuhan rumah mereka.Warga yang rumahnya rata dengan tanah mengaku pasrah dan tidak tahu kapan bisa membangun rumahnya kembali. Sementara ribuan warga lain yang rumahnya masih berdiri pada umumnya tidak berani masuk ke rumah.Meskipun masih berdiri, rumah mereka rusak berat dan tinggal menunggu roboh saja. Banyak rumah yang temboknya retak menganga dan miring. Kerangka atap pun banyak yang lepas dapat membahayakan orang yang berada di dalamnya. "Saya menagih janji Wapres JK yang pernah bilang memberikan bantuan Rp 10-30 juta, itu bagaimana relisasinya? Apa prosedurnya? Tolong diberi penjelasan agar kami tidak bingung memikirkan tempat tinggal kami nanti," ujar Rahmat warga Jodog, Kelurahan Kilangharjo, Kecamatan Pandak, Bantul, kepada detikcom, Rabu (31/5/2006).Di wilayah Jodog, 90 persen rumah rata dengan tanah. Saat ini mereka tinggal di jalan-jalan kampung dengan tenda yang dibangun seadanya. Bantuan makanan seperti mie instan dan makanan kecil sudah terpenuhi. Namun mereka belum beraktifitas normal seperti bekerja, karena masih banyak warga yang syok dengan gmpa dan kondisi rumah mereka.Dalam pantaun detikcom pagi ini ada dapur umum bagi warga, tapi tidak banyak yang memasak. Mereka benar-benar menghemat bahan pangan. Biasanya mereka memasak mie menjelang siang dan hanya makan roti atau minum saja untuk mengganjal perut.Warga di jalan utama memang sudah dapat bantuan, namun bagi yang tinggal di pelosok sampai saat ini belum mendapat bantuan. Di Kecamatan Dlingo dan Kecamatan Imogiri, sebagian warga di pelosok banyak yang belum terjangkau bantuan.Mereka hanya makan singkong dan umbi dari kebun yang ada. Mereka pun membuat tempat tinggal sementara dengan bekas reruntuhan rumah mereka seperti dengan lembaran seng yang digunakan sebagai atap. (fay/)


Berita Terkait