PPP Sebut Kepuasan terhadap Jokowi Turun Imbas Minyak Goreng Langka-Mahal

Nahda Rizki Utami - detikNews
Kamis, 28 Apr 2022 16:00 WIB
Wasekjen PPP Achmad Baidowi
Achmad Baidowi atau Awiek (Dok. Pribadi)
Jakarta -

PPP turut merespons turunnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). PPP melihat kepuasan terhadap kinerja Jokowi turun akibat masalah terkait kebutuhan pokok, khususnya soal kelangkaan dan mahalnya minyak goreng.

"Tentu masalah-masalah khususnya di bidang ekonomi yang menjadi persoalan selama ini, di antaranya terkait dengan kebutuhan pokok," kata Ketua DPP PPP Achmad Baidowi atau Awiek kepada wartawan, Kamis (28/4/2022).

"Wabilkhusus misalkan kelangkaan minyak goreng, ataupun mahalnya harga minyak goreng, itu secara langsung berdampak kepada masyarakat sehingga itu mempengaruhi persepsi kepada pemerintahan," imbuhnya.

Berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia yang digelar pada 14-19 April 2022, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi sebesar 59,9%. Sedangkan berdasarkan survei SMRC pada Maret 2020, kepuasan terhadap kinerja Jokowi 64,6%.

"Itu jadi warning ya bagi kinerja pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin untuk memperbaiki performanya supaya bisa maksimal bekerja," ucap Awiek.

Seperti diketahui, dalam 3 hari terakhir ini, Indikator Politik Indonesia merilis dua hasil survei yang digelar pada waktu berbeda soal kinerja Presiden Jokowi. Dua hari yang lalu, Indikator merilis hasil survei yang dilakukan pada 14-19 April 2022, dan hari ini Indikator merilis hasil survei yang diselenggarakan pada 20-25 April 2022.

Berdasarkan hasil survei pada 14-19 April, kepuasan terhadap kinerja Jokowi menurun dibanding survei sebelumnya. Berdasarkan survei 14-19 April, kepuasan terhadap kinerja Jokowi sebesar 59,9%.

Hari ini, Indikator merilis hasil survei yang digelar pada 20-25 April. Hasilnya, kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi meningkat 5% menjadi 64,1%.

"Kepuasan terhadap Presiden Jokowi hanya mencapai 59,9% pada 14-19 April 2022. Tren kepuasan terhadap Presiden masih menurun dibanding survei awal Januari 2022 yang pada saat itu mencapai 75%. Tren kepuasan ini kembali melorot seiring dengan mulai langkanya minyak goreng. Pada Februari 2022, kepuasan Presiden menjadi 71% merosot menjadi 64,6% menurut SMRC pada Maret 2022," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam konferensi pers virtual, Kamis (28/4/2022).

"Dengan demikian, dalam empat survei terakhir kepuasan Presiden terus merosot hingga di bawah 60% pada pertengahan April 2022. Namun uniknya, pada survei kedua yang kami lakukan pada 20-25 April 2022, approval rating Presiden Jokowi justru meningkat cukup lumayan dari 59% menjadi 64,1%," lanjutnya.

Simak juga 'Minyak Goreng Langka, Korupsi Ekspor CPO, dan Larangan Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]

(zak/zak)