RS di Yogyakarta Banjir Relawan

RS di Yogyakarta Banjir Relawan

- detikNews
Selasa, 30 Mei 2006 21:34 WIB
Yogyakarta - Banyak cara untuk beramal, salah satunya menjadi relawan. Beberapa rumah sakit di Yogyakarta pun merasa terbantu dengan hadirnya banyaknya 'tenaga dadakan' ini.Rumah sakit di Yogyakarta memang menjadi rujukan dari rumah sakit di Bantul. Korban bencana gempa pun silih berganti masuk ke rumah sakit untuk menjalani perawatan yang lebih optimal dibanding di daerah.Di hari ini tenaga relawan terlihat sangat mendominasi pemandangan rumah sakit. Di RS Bethesda misalnya, tidak sedikit siswa SMU maupun mahasiswa berjas almamater universitasnya masing-masing hilir mudik di lingkungan rumah sakit. Atribut yang terlihat di dadanya terlihat sama, yaitu co-card bertuliskan 'Relawan'.Mereka terlihat aktif membantu petugas rumah sakit mengevakuasi korban bencana untuk masuk ke dalam gedung. Tenaga mereka itulah yang dimaksimalkan karena untuk urusan medis mereka kurang berpengalaman.Meski demikian mereka terlihat cukup antusias mengerjakan tugas mereka itu. Andre, mahasiswa salah satu PTS di Yogyakarta ini misalnya. Bersama 3 rekannya, bahu membahu dan terlihat cukup antusias membantu petugas medis rumah sakit."Saya datang kesini bersama tiga teman saya. Yah, lumayan bisa menghabiskan waktu sekaligus beramal. Lagian kampus lagi libur," ungkapnya saat ditemui detikcom di pelataran parkir RS Bethesda, Yogyakarta, Selasa (30/5/2006).Sesaat kemudian ia kembali asyik menolong para petugas mengangkat korban bencana masuk ke dalam gedung RS Bethesda. Petugas rumah sakit juga sepertinya cukup senang dengan bantuan tenaga dari para relawan itu. Buktinya, setiap dibutuhkan tenaga relawan, petugas langsung mengumumkan ke pengeras suara. Tidak sampai 5 detik, tenaga yang diharapkan sudah datang. Petugas pun sempat terlihat tersenyum dengan cekatannya para relawan ini.Kondisi serupa terlihat di RSU Sardjito. Malah para relawan disini terlihat lebih banyak. Dari pantaun detikcom, jumlah relawan mahasiswa dan siswa SMU terlihat sama. Sayangnya posko pendaftaran relawan tidak mau mengungkapkan jumlah sesungguhnya karena belum dikalkulasi secara pasti."Sekitar 200-an relawan yang ada disini. Cuma untuk berapa orang yang aktif bekerja saya tidak tahu. Sekarang semua terserah mereka," ungkapsalah satu petugas posko relawan.Banyaknya tenaga relawan dadakan memang menjadi keuntungan tersendiri bagi pihak rumah sakit. Dibalik minimnya tenaga medis, tenaga relawan bisa cukup membantu dalam penanganan P3K. Namun jika tidak dimaksimalkan atau kurangnya koordinasi, tenaga yang ada bisa terbuang sia-sia.Di RSU Sardjito misalnya, banyak tenaga relawan yang harus menunggu untuk mendapat tugas. Bahkan ada sekitar delapan relawan yang mengangkat satu pasien dengan tandu.Penanganan hal ini seharusnya menjadi perhatian penting untuk memaksimalkan tenaga yang ada. Perlunya korlap (koordinator lapangan) sepertinya menjadi hal yang cukup vital untuk memanfaatkan para relawan ini. (fay/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads